Bertahan Sebagai Kaum Minoritas di Balik Kaum Mayoritas



Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sukses menggelar kuliah umum pada Rabu (2/3). Bertajuk “The Challenge and Opportunities of Dakwah in Australia-Indonesia” dengan menghadirkan tokoh Prof. Dr. Ibrahim Abu Muhammad The Grand Mufti Of Australia dan Dr. Muhammad Hassanein Khamis Vice President The New South Wales Islamic Council. Pada kesempatan tersebut keduanya menitikberatkan pada bagaimana menjadi pribadi ideal seorang muslim dalam kondisi minoritas.

Seperti yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ibrahim Abu Muhammad bahwasanya seorang muslim dalam menghadapi tantangan sebagai kaum minoritas, khususnya di Australia bukanlah menjauh dari realitas itu. Islam merupakan agama yang senantiasa menjadi solusi dalam kehidupan manusia. Selain itu Ibrahim juga menyinggung mengenai keteladanan Ahmad Dahlan dalam memakmurkan Islam pada saat itu. Ahmad Dahlan dinilai mampu membangun realitas kehidupan muslim yang nyata di Australia dengan terbentuknya organisasi Muhammadiyah di tengah mayoritas non muslim.

Kehidupan muslim di Australia yang dihadapkan pada realitas kehidupan yang plural mengharuskan seorang muslim harus mampu menangkis tantangan dan perbedaan yang dihadapi. Melalui Mukhlish Rahmanto sebagai penerjemah Dr. Ibrahim Abu Muhammad menegaskan bahwa terdapat enam tantangan yang dihadapi, salah satunya ialah posisi Australia yang luas dengan menjunjung tinggi kebebasan dan pluralis menjadikan umat muslim harus mampu berkomunikasi dengan baik tanpa mengagungkan muslim yang paling benar. Di tengah kebebasan yang tinggi dan keberagaman, segalanya berjalan sesuai dengan koridor undang-undang yang berlaku. Kunci untuk memperkukuh dan menjaga kelangsungan kaum muslim yang minoritas adalah dengan adanya organisasi yang mengayomi umat muslim salah satunya dengan adanya Islamic Council. Terbentuknya Islamic Council merupakan perwakilan umat muslim dari beberapa negara bagian di Australia. 

Berbeda dengan Dr. Ibrahim Abu Muhammad, Dr. Muhammad Hassanein mengungkapkan bahwa diperlukan pribadi muslim yang ideal untuk menghadapi realitas kehidupan. Diterjemahkan empat kriteria sosok muslim yakni bersih lahir batin, bermanfaat bagi orang lain, menyukai tantangan, dan menjadi Alquran berjalan. “ Jadilah engkau orang yang berjalan dengan alquran,” tambah Ibrahim Abu Muhammad di akhir acara tersebut.

Kuliah ditutup dengan penampilan beberapa hafiz. Mereka diuji kadar hafalan oleh pengisi kuliah umum tersebut. (SLS)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar