SIM Menjadi Peluang Calon Insinyur Berkompeten



Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Teknik sukses menggelar rilis Sekolah Insinyur Muda (SIM) pada Kamis (25/2) di Mini Theater 2 Lantai 2 Gedung D. Acara tersebut mengambil tema “Paradigma Engineer Sebagai Masyarakat Madani”. Selain rilis SIM, juga diadakan diskusi terkait tema acara. “Paradigma engineer sebagai masyarakat madani adalah orang yang membangun dengan moralnya. Menjamin keseimbangan, kebebasan individu dan kestabilan di masyarakat.,” kata Nur Fahmi Nur selaku Kepala SIM.

SIM merupakan wadah untuk mengembangkan soft skill untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi insinyur secara profesional. Karena untuk menjadi seorang insinyur profesional di Indonesia harus memiliki pengalaman kerja selama dua tahun di bidang tersebut. Ke depannya Indonesia dapat menjadi singa Asia, karena potensi SDM dan SDA Indonesia luar biasa. Hal ini dapat menjadi musibah sekaligus potensi. Seperti Hukum Archimedes, gaya ke atas suatu benda A akan sama dengan gaya tekannya, seperti halnya ketika ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka potensi alam tersebut dapat dikelola dengan baik. ”Dengan adanya SIM ini, kita turut andil memberikan perubahan untuk membawa Indonesia setara atau bahkan lebih tinggi dengan negara-negara maju lainnya. Tentu diperlukan kerja keras, profesional dan tekun untuk mewujudkannya,” kata Jazaul Ikhsan, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Teknik dalam sambutannya sekaligus membuka SIM.

Pada sesi diskusi yang disampaikan oleh Ir. Suhada, MBA., IPM., menyampaikan mengenai potensi dan kondisi insinyur di Indonesia saat ini. Suhada membaca Indonesia saat ini masih sangat kekurangan insinyur. Hal ini dikarenakan banyak lulusan yang bekerja tidak sesuai dengan disiplin ilmunya. “Lulusan sarjana Teknik merupakan orang yang profesional dan memiliki kompetensi, karena ketika hanya memiliki kompetensi saja larinya pada pekerjaan yang tidak dengan disiplin ilmu yang diperoleh. Maka harus diimbangi dengan keprofesionalan agar mampu mengaplikasikan disiplin ilmu tersebut,” jelas Ir. Suhada, MBA., IPM.. Kegiatan seperti SIM dapat menjadi salah satu hal yang memberikan manfaat bagi calon insinyur agar berkompeten dan profesional seperti yang diharapkan. (IPH/ SLS)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar