UAD Berhasil Boyong Juara 1 NEED 2015



Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil keluar sebagai juara 1 dalam babak grand final National English Education Debate (NEED) yang diadakan English Departement Student Association Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (EDSA PBI UMY) pada Sabtu (26/12) di Lantai 4 Gedung Pascasarjana UMY. Tim debat UAD A tampil sukses sebagai tim afirmatif dengan mengalahkan tim debat dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Malang, dan UAD B yang merupakan perwakilan tim debat lain dari UAD. Dalam babak grand final, mosi yang diperdebatkan adalah “As Germany this house believes that unedited version of 'Mein Kampf' should be taught at school.”

“Senang pasti, usaha kita terbayar,” ungkap Ahmad Puji Santoso semringah. Menurut Ahmad hasil ini adalah jerih payah timnya setelah tahun lalu mereka belum berhasil mendapatkan juara 1 di ajang yang sama. Kegembiraan yang sama diungkapkan Hardanisa Kumaratri rekan Ahmad satu tim, ia mengaku timnya selalu berlatih rutin setiap hari.

“Kita setiap hari latihan, ada atau tidak ada kompetisi kecuali hari Sabtu,” jelasnya.

Dalam tahun keempat penyelenggaraan NEED, panitia mengangkat tema “Debate to Elevate Knowledge” yang bertujuan untuk membuktikan bahwa mahasiswa jurusan pendidikan dan sastra Inggris juga memiliki wawasan yang luas selain dalam bidang mengajar dan dunia sastra, hal tersebut diungkapkan Widia Kusuma Wardani selaku Ketua Panitia.

“Kami ingin membuat sesuatu yang unik. Biasanya debat diikuti oleh mahasiswa di luar jurusan pendidikan dan sastra, nah ajang NEED ini kami fokuskan ke mahasiswa jurusan pendidikan dan sastra Inggris saja,” imbuh Widia.

Widia menambahkan dari tahun ke tahun NEED menunjukkan progres yang baik. Hal ini terlihat dari animo peserta yang bertambah setiap tahunnya. Di tahun 2015, peserta NEED mencapai target 32 peserta meskipun terdapat salah satu peserta yang melakukan walk-out di babak penyisihan karena masalah internal tim. 

Selain UAD yang keluar menjadi juara 1, juri debat yang merupakan anggota Jogja Debating Forum memutuskan bahwa Universitas Gadjah Mada harus puas meraih first runner-up atau juara kedua, Universitas Negeri Malang sebagai juara ketiga atau second runner-up, dan tim debat UAD B sebagai grand finalist atau juara keempat. 

“NEED tahun ini lebih enjoy, karena panitia EDSA lebih well-prepared dan juga menyenangkan dengan peserta. Hanya mungkin ada beberapa yang perlu lebih dipersiapkan seperti Liaison Officer (LO). Tapi overall kami sebagai peserta senang selama mengikuti lomba debat ini selama 3 hari,” ujar Hardanisa salah satu peserta NEED 2015. (uma)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar