Reduksi Makna Putra-Putri UMY



Ajang Putra-Putri Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk kedua kalinya kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UMY dengan berbagai rangkaian tahapan yang harus diikuti finalis sejak Mei sampai September 2015. Putra-Putri UMY diikuti oleh finalis dari delegasi lembaga mahasiswa yakni perwakilan BEM Fakultas dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), serta peserta dari non delegasi lembaga untuk memperebutkan gelar sebagai Putra-Putri UMY. Acara ini diselenggarakan di beberapa tempat di UMY dan babak grand final-nya bertepatan dengan malam puncak Student Fair 2015 di Plaza Bintang UMY.

Amel, Ketua Pelaksana Putra-Putri UMY 2015 menyampaikan bahwa Putra-Putri UMY yang familier di kalangan sivitas akademik sebenarnya bernama Putra-Putri BEM karena perannya sebagai bentuk representasi dari BEM UMY kepada khalayak. Kemudian akhirnya menjadi nama Putra-Putri UMY agar lebih dikenal oleh sivitas akademik UMY. Ajang Putra-Putri UMY ini merupakan program kerja (proker) dari Kementerian Kreativitas Mahasiswa (Kemenkrema) dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga (Kemendikbudra).

Untuk memperebutkan predikat Putra-Putri UMY, finalis yang notabene berasal dari delegasi anggota BEM Fakultas maupun dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) harus melewati beberapa tahap tes seleksi yang memakan waktu cukup lama untuk mendapatkan kandidat sebagai Putra-Putri UMY yang sesuai dengan kriteria penilaian. “Kriteria penilaian tidak dinilai dari segi fisik. Namun, lebih mengedepankan penilaian kualitas intelektual dan kecantikan hati,” tambah Amel.

Ajang ini berlangsung mulai Mei sampai dengan September 2015 dengan melewati beberapa tahap. Tahap pertama yakni bulan Mei 2015 yang merupakan ujian tulis yakni membahas mengenai pengetahuan umum dan pengetahuan seputar UMY. Tahap kedua adalah uji bakat dan wawancara. Berbagai bakat ditunjukkan oleh para finalis seperti, menyanyi, menari, bahkan stand-up comedy. Tahap selanjutnya ialah catwalk yang kemudian memasangkan para finalis Putra-Putri UMY. Enam besar finalis yang lolos pada tahap tersebut dilanjutkan dengan grand final yang diadakan di acara Student Fair.

“Penilaiannya dilihat dari segi moral, bakat, intelektual, attitude, kemampuan bahasa asing, prestasi akademik, dan non akademik sesuai dengan tagline UMY yaitu ‘Unggul dan Islami’,” jelas Dudi. Penjurian dari ajang ini dilakukan oleh Wakil Presiden BEM UMY, Aziz yang merupakan Finalis Dimas Diajeng Bantul, dan dosen UMY. Serangkaian tahap seleksi yang dilakukan oleh para juri menghasilkan keputusan bahwa Putra-Putri UMY pada akhirnya jatuh kepada Putri Rizcha Bulan Swastika, Jurusan Hubungan Internasional 2013 dan Putra Muhammad Iqbal, Jurusan Hubungan Internasional 2013.

Ajang pemilihan Putra-Putri UMY bukan sebagai momentum untuk eksis, melainkan sebuah tanggung jawab yang harus diemban oleh Putra-Putri UMY. Hal serupa disampaikan oleh Iqbal, Putra UMY yang mengatakan bahwa “Ajang ini bukan sebagai ajang untuk eksis, namun sebagai Putra UMY harus mampu menjadi teladan bagi mahasiswa UMY lainnya,” Kata Iqbal. Tanggung jawab yang besar ialah memberikan contoh ideal baik secara intelektual maupun attitude. Rizcha juga menambahkan, motivasinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi karena segala hal yang berkaitan dengan pribadinya akan mendapatkan perhatian sivitas akademik. 

Setelah penobatan Putra-Putri UMY 2015, Rizcha dan Iqbal memiliki tugas sebagai protokoler bagi BEM UMY serta mensosialisasikan keberadaan Putra-Putri UMY ke seluruh sivitas akademik. Untuk saat ini, tugas yang sudah mereka laksanakan adalah menjadi among tamu dalam acara bedah buku bersama Kanjeng Ratu Hemas dan memberikan sosialisasi di Open House KOMAHI UMY 2015. Mereka juga menambahkan bahwa mereka juga ikut serta melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan Putra-Putri UMY selanjutnya. “Ke depannya, saya ingin mengajak mahasiswa UMY yang pernah terpilih dalam kontes serupa untuk menambah kualitas dari ajang Putra-Putri UMY selanjutnya,” kata Rizcha.

Penyelenggara berharap Putra-Putri UMY 2015 harus mampu berkontribusi secara aktif di setiap kegiatan BEM dan mampu menjadi teladan. Dudi juga menambahkan bahwa akan ada koordinasi dengan Kemenkrema dari Kabinet selanjutnya agar ajang Putra-Putri UMY tetap berlangsung. (SLS/IPH)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar