The 4th Borobudur Writers and Cultural Festival 2015 “Gunung, Bencana, dan Mitos di Nusantara”



Acara The 4th Borobudur Writers and Cultural Festival 2015 resmi dibuka pada Kamis (12/11) di Hotel Inna Garuda, Malioboro, Yogyakarta. Gelaran acara yang keempat tahun ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu Kamis-Sabtu (12-14/11) di Yogyakarta dan Magelang. Acara ini mengangkat tema “Gunung, Bencana, dan Mitos di Nusantara”. 

Poyeng, selaku Panitia Pelaksana Teknis The 4th Borobudur Writers and Cultural Festival mengungkapkan alasan diangkatnya tema tersebut adalah karena negari kita banyak terdapat gunung api. Di mana gunung api tersebut telah mengubah berbagai macam pola masyarakat, kebudayaan, peradaban dan lain sebagainya. Inti dari itu semua, kita pernah tahu bahwa ada gunung Tambora dan Toba yang meletus kemudian bisa mempengaruhi sepertiga permukaan dunia.

Tujuan diadakannya acara The 4th Borobudur Writers and Cultural Festival 2015 ini adalah sebagai wahana bagi teman-teman penulis, peneliti, arkeolog, sosiolog, bahkan sastrawan untuk berkumpul serta membicarakan tema tentang gunung, bencana, dan mitos dalam sudut pandang yang berbeda. “Output yang diharapkan dengan bertemunya para ahli dibidangnya masing-masing di acara ini nantinya bisa menjadi wacana baru,” tambah Poyeng.

“Rangkaian acara secara garis besarnya adalah sekarang kita di Hotel Inna Garuda, kemudian dua hari selanjutnya dilaksanakan di Hotel Manohara, Magelang. Acaranya ada pentas seni, seminar, saat ini juga bisa dilihat ada pameran foto, nanti juga akan ada peluncuran buku, dan press gathering,” ujar Poyeng. 



Acara ini diikuti oleh berbagai kalangan, seperti dari kalangan mahasiswa, wiraswasta, sastrawan, budayawan, sosiolog, dan masyarakat umum lainnya.

Cahyani, seorang wiraswasta dari Solo menuturkan motivasinya mengikuti acara ini karena tema yang diangkat cukup menarik. Ia berharap dengan mengikuti acara ini agar bisa mendapatkan referensi dalam bidang seni pertunjukan ataupun penulisan tentang mitologi serta budaya gunung dari penduduk itu sendiri, terutama mengenai kegiatan kesenian di masyarakatnya. 

Peserta lainnya adalah Intan, mahasiswi Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan bahwa motivasinya mengikuti acara ini yaitu untuk mengetahui wacana mitos yang ada seperti apa dan akan mempengaruhi atau tidak dengan bencana. Harapannya mengikuti acara ini agar bisa mengetahui tentang mitos yang ada di daerah-daerah dengan latar belakang peristiwa atau bencana yang pernah terjadi. “Saran untuk kegiatan ini selanjutnya adalah jika rundownnya berubah mungkin bisa dikonfirmasi terlebih dahulu. Soalnya ini sebenarnya saya nggak telat, tapi ternyata jam 18.45 acara sudah selesai,” ungkap Intan.

Acara The 4th Borobudur Writers and Cultural Festival 2015 ini bekerja sama dengan Taman Wisata Candi, Samana Foundation, Sababay, Total, Tempo Institute, Kompas, Hotel Inna Garuda, Manohara, dan masih banyak lagi sponsor lainnya yang turut serta mendukung acara The 4th Borobudur Writers and Cultural Festival 2015. (ASN)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar