Talk Show Indonesia Mengajar Goes to Campus, Ciptakan Pengajar Muda Sebagai Pendorong Pendidikan yang Mandiri


Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Talk Show Indonesia Mengajar Goes To Campus pada Sabtu (28/11). Acara yang diadakan di gedung AR Fachruddin B lantai lima ini bertujuan untuk mengenalkan Indonesia Mengajar ke kalangan mahasiswa UMY dan sebagai sosialisasi rekrutmen terbuka bagi mahasiswa yang ingin menjadi pengajar muda melalui program Indonesia Mengajar. 

Indonesia Mengajar sendiri adalah sebuah lembaga yang merekrut, melatih, dan mengirim generasi muda terbaik bangsa ke berbagai daerah di Indonesia untuk mengabdi sebagai pengajar muda selama satu tahun. Dengan visi dan misi yaitu menciptakan dampak berkelanjutan di entitas jajarannya, membangun jejaring pemimpin muda, dan mendorong tumbuhnya gerakan sosial pendidikan Indonesia. Gerakan ini berhasil berjalan hingga tahun 2015. Sejak berdiri di tahun 2010 Indonesia Mengajar telah mampu untuk menghasilkan beberapa perubahan bagi pendidikan di Indonesia.

Talk Show ini dihadiri 320 peserta yang berasal dari dalam maupun luar kampus UMY. “Antusias yang sangat banyak ini sebenarnya di luar ekspektasi kita karena awalnya kita hanya menargetkan 150 dan ternyata yang mendaftar hingga 370 dan itu banyak yang dari luar UMY seperti dari UNS, Unidar Magelang bahkan dari Undip Semarang,” terang Farhan selaku ketua panitia.

Ada lima perwakilan pengajar muda yang mengisi Talk Show ini, di antaranya Ghofur, Aik Felapratista, Asep Ismail, Atina, dan Siti Hartinah. Dari lima pengajar ini tentunya memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda-beda. Seperti yang diceritakan oleh salah satu pengisi talk show yaitu Atina yang ketika itu ditempatkan di Lebak Banten. Dengan kondisi yang memprihatinkan Atika mampu bertahan selama satu tahun untuk mengabdi menjadi pengajar muda untuk membangun pendidikan yang mandiri bagi rakyat Lebak. Banyak anak-anak yang Atika temui di Lebak berpikiran bahwa sekolah adalah suatu hal yang tidak penting karena nantinya mereka akan bekerja di pertambangan daerah mereka. Tetapi dari situ Atika bisa memberikan sebuah pesan kepada peserta didiknya bahwa sekolah bukan untuk mencari uang, tetapi sekolah adalah untuk mencari ilmu, sekolah membuka wawasan kita. 

Berbeda dengan Atika, Aik yang ditempatkan di provinsi Sulawesi Selatan mempunyai pengalaman yang unik dan mengharukan “Ketika itu para murid saya suruh untuk menggambarkan diri mereka masing-masing tetapi ada satu anak yang tidak menggambarkan dirinya tetapi malah menggambarkan muka saya, dan dia berkata bahwa dia menggambar saya karena dia menyukai saya” ungkap Aik. Ini membuktikan bahwa kehadiran pengajar muda di situ ternyata memberikan dampak yang berarti bagi mereka.

“Pulang, pulanglah kembali ke tanah kelahiran kalian untuk mengabdi anak-anak daerah di sana karena akan sangat berharga jika kalian mau pulang dan mengabdi untuk daerah kalian sendiri,” pesan Siti Nur Hilmi sebagai pengajar muda di akhir Talk Show. Sebagai perwakilan dari divisi sosialisasi Indonesia Mengajar Alfera berharap agar mahasiswa mampu dan sadar bahwa untuk mengabdi di Indonesia itu banyak jalan, salah satunya yaitu melalui Indonesia Mengajar. (AHP & FA)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar