Keputusan Final, Kantin UMY Tetap Ditutup


Rapat konsolidasi terakhir terkait penataan kantin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dilaksanakan pada Sabtu (28/11) di gedung AR Fachruddin A lantai lima. Rapat konsolidasi ini dihadiri oleh seluruh pedagang kantin UMY, Wakil Rektor II, Suryo Pratolo, pengelola kantin, Iskandar, dan biro-biro yang ada di UMY. Rapat konsolidasi juga dihadiri oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) UMY, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UMY, perwakilan Mahasiswa UMY Peduli Kantin (MUMYPEKA), Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UMY, dan Pemuda Muhammadiyah Bantul bagian Ekonomi. Pertemuan ini membahas keputusan final kampus mengenai penataan kantin UMY yang mulai harus dikosongkan per tanggal 30 November 2015.

“Kantin akan tetap pada rencana awal. Kami akan menata kantin supaya lebih higienis, sesuai dengan Muhammadiyah, dan sesuai dengan visi UMY, yakni Unggul dan Islami,” kata Suryo. Suryo melanjutkan, pedagang kantin bisa tetap berjualan di UMY, namun, harus memiliki Nomor Baku Muhammadiyah dan atas persetujuan ranting atau cabang Muhammadiyah di sekitar UMY.


Alasan Suryo dalam penataan kantin UMY ini juga karena banyaknya mahasiswa yang masih merokok di kantin dan tidak mengamalkan tagline UMY, Unggul dan Islami. “Nantinya, kami akan menyediakan kantin bagi mereka yang mampu menaati segala peraturan yang dibuat dan melaksanakan visi UMY yang Unggul dan Islami,” tambah Suryo.



Suryo mengatakan UMY akan membantu pedagang kantin dalam usahanya pasca kantinnya ditutup. “Saya menjamin kami akan membantu, asalkan ada kerja sama dengan ranting atau cabang Muhammadiyah. Karena UMY sendiri mempunyai zakat institusi atau dana CSR (tanggung jawab sosial perusahaan - red) sebesar tiga miliar rupiah per tahun. Kami akan menggunakan dana itu untuk memberdayakan ranting dan cabang Muhammadiyah, bukan untuk pedagang kantin,” ucap Suryo.


Ketua DPM KM, Irfan Cahyani, menyampaikan aspirasi mahasiswa UMY kepada Suryo, salah satunya yaitu terkait tempat mahasiswa untuk makan setelah kantin ditutup. “Kami mewakili aspirasi mahasiswa, ingin menyampaikan bahwa, setelah kantin ditutup ke mana kami akan makan? Selain itu aspirasi kami juga libatkan mahasiswa dalam menentukan harga makanan ketika nanti kantin baru dibuka dan menuntut adanya ruang publik yang lebih luas di lingkungan UMY,” kata Irfan.

Menanggapi pertanyaan Irfan, Suryo mengatakan sudah ada koordinasi dengan wakil dekan di setiap fakultas. “Kami akan sediakan tempat sementara. Silakan koordinasi dengan wakil dekan sumber daya fakultas masing-masing. Di sana bisa jualan, khusus untuk makanan kering atau makanan yang sudah dikemas,” jelasnya. Terkait dengan masalah harga, Suryo menerangkan bahwa UMY tidak akan mendistorsi harga makanan, melainkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang akan mengurus harga makanan.

Terkait dengan ruang publik yang diaspirasikan oleh mahasiswa UMY, Suryo menjelaskan ruang publik tersebut masih dalam proses menyusun konsep oleh pihak kemahasiswaan. "Kami masih mengonsepkan ruang publik seperti apa, tapi kemungkinan akan kami letakkan dekat dengan gedung Student Center," kata Triyana, selaku perwakilan dari Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni UMY.

Presiden Mahasiswa BEM KM UMY, Zainuddin Arsyad, turut menghadiri rapat konsolidasi ini. Ia menyuarakan bahwa UMY harus menyediakan pelatihan kewirausahaan bagi pedagang kantin. “Pasti dan yang akan kami kasih dana adalah rantingnya (ranting Muhammadiyah - red) untuk mengadakan pelatihan kewirausahaaan, bukan langsung kepada pedagang kantin,” jawab Suryo menanggapi permintaan Zainuddin. (SAW & RYU)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar