Kesempurnaan Jiwa dan Kemuliaan Akhlak Rasulullah SAW

Sumber gambar: republika.co.id
Sebagai umat muslim yang taat, sudah sepatutnya kita berusaha mengikuti dan meniru segala sifat dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT. Paras dan rupa Nabi digambarkan seperti bulan purnama yang bersinar dan berseri, Nabi Muhammad dikaruniai kesempurnaan yang membuat hati jatuh cinta. Sungguh beruntung orang-orang yang diberi kesempatan untuk menatap wajah dan hidup berjuang bersama Rasulullah dalam menegakkan agama-Nya. Selain paras dan wajahnya yang rupawan, Rasulullah pun memiliki sifat dan akhlak yang amat terpuji. 

Di antara sifat mulia yang dimiliki Rasulullah SAW adalah, pertama di dalam kitab "Ar-Rahiq Al-Makhtum" karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-mubarakfuri dikatakan bahwasanya Nabi Muhammad SAW berbeda dengan yang lainnya, beliau mempunyai keahlian dalam berbicara, kefasihan serta kejelasan ucapan yang disampaikannya selalu tepat dan mudah difahami. Kedua, beliau juga merupakan orang yang lembut, murah hati, mampu menguasai diri dan suka memaafkan. 

 Salah satu kisah Nabi yang sangat terkenal bahwasanya pernah suatu ketika Nabi sedang berjalan menuju masjid, ada seorang sahabat yang sangat membenci Nabi, sehingga setiap Nabi melewati jalan itu, Nabi Muhammad SAW dihina, diludahi, dicaci bahkan sampai dilempari dengan kotoran-kotoran. Di sana Nabi tidak marah sedikit pun apalagi dendam, Nabi hanya bersabar dan melanjutkan perjalanannya. Hingga suatu ketika, saat Nabi berjalan ke masjid melewati jalan itu, tidak ada sahabat yang biasanya menghina tersebut, dan membuat Nabi heran dan beliau pun berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada sahabatnya itu. Ternyata, ia sedang sakit keras, dan tidak bisa beranjak dari tempat tidurnya. Tanpa mengingat apa yang telah dilakukan sahabat itu kepadanya, Nabi pun bergegas datang ke rumah lelaki tersebut untuk menjenguknya dan sesampainya di rumahnya, Nabi sangat terkejut melihat kondisinya yang sangat lemah dan sahabat itu pun terkejut dan merasa takut jika Nabi akan melakukan balas dendam terhadapnya. Namun apa yang dilakukan Nabi? Beliau justru menunjukkan kasih sayang dan santunnya terhadap sahabatnya tersebut. Tiba-tiba sahabatnya tersebut mencium tangan Nabi dan bergetar memohon kesaksian Nabi bahwasanya ia akan masuk Islam. Masha Allah, ini hanyalah salah satu contoh dari berbagai akhlak Nabi Muhammad yang sangat mulia. Bagaimana mungkin beliau tidak dendam bahkan mengasihi orang yang setiap harinya menghinanya? Sungguh sifat mulia yang tidak tertandingi. 

Ketiga, murah hati dan dermawan. Ibnu Abbas berkata, “Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling murah hati. Kemurahan hati beliau yang paling menonjol ialah pada bulan Ramadhan saat dihampiri Jibril. Jibril menghampiri beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, untuk mengajarkan Alquran kepada beliau. Beliau benar-benar orang yang lebih murah hati untuk hal-hal yang baik daripada angin yang berhembus.” Jabir berkata, “Tidak pernah beliau dimintai sesuatu, lalu menjawab, ‘Tidak’.” Keempat, Beliau tidak berbicara kecuali perkataan yang dengan mengucapkannya maka akan berpahala. Ketika beliau berbicara, semua orang yang hadir di majelisnya diam khusyu’ mendengarkan, dan jika ada yang berbicara, dari mereka ada yang menyuruhnya diam hingga Nabi selesai berbicara. Kharijah bin Zaid berkata, “Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling mulia di dalam majelisnya, hampir tidak ada yang keluar dari pinggir bibirnya. Beliau lebih banyak diam, tidak berbicara yang tidak diperlukan.” 

Itulah sedikit dari gambaran kesempurnaan sifat Nabi Muhammad SAW yang patut diteladani oleh kaum muslim lainnya. Betapa mulianya Nabi Muhammad SAW, sampai tak ada sifat iri, dengki, dendam sedikitpun di dalam hatinya. Maka sudah selayaknya kita sebagai umat muslim mambacakan sholawat atasnya, pemberi syafa’at dan tauladan bagi umat muslim di dunia. Shalallahu ‘alaihi Wasalam. (IFD/NMS) 

Narsum : Dari Kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Syaikh Shafiyyyurrahman Al-Mubarakfuri.
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar