Gurbernur BEM FISIP UMM, Riyanda Barmawi: Kampus UMY Turut Menyuntikkan Dana 20 Juta Kepada Zainuddin

Hasil rapat konsolidasi BEM PTS se-Indonesia tanggal 10 november 2015. doc. Riyanda Barmawi
Kamis (12/11), dilansir dari laman Facebook Riyanda Barmawi yang ditulis pada 11 November 2015 pukul 08.48 WIB menyerukan klarifikasi kepada media, bahwa konsolidasi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan tinggi Swasta (BEM PTS) se-Indonesia yang berlangsung selama tiga hari di UMY menyerukan aksi tarik mandat dan pengajuan sidang istimewa kepada (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) DPR RI untuk menurunkan presiden dan wakil presiden RI Jokowi-JK pada tanggal 11 November 2015 di Jakarta adalah tidak benar. 

“BEM PTS se-Indonesia tidak sama sekali membahas dan memutuskan untuk pengajuan sidang istimewa dan tarik mandat presiden kepada DPR RI, melainkan rapat konsolidasi guna membahas pembentukan aliansi BEM PTS se-Indonesia serta pembahasan isu nasional yang dihadiri perwakilan BEM PTS dari seluruh Indonesia,” tulis Riyanda.

Selain itu, Riyanda juga menambahkan, ada oknum di dalam BEM PTS yang menjual idealismenya terhadap Aliansi Tarik Mandat (ATM) untuk menarik masa atas nama BEM PTS se-Indonesia agar melakukan aksi di Jakarta dengan iming-iming transportasi, makan, dan penginapan gratis. “Bahkan dia menjanjikan kepada kami (peserta konsolidasi BEM PTS se-Indonesia - red) tiket pulang gratis ke Makassar,” jelas Riyanda saat diwawancarai via telepon. 

Hal ini berkaitan dengan seruan atas nama Zainuddin Arsyad selaku koordinator aksi dengan beredarnya pesan singkat di kalangan mahasiswa UMY tentang seruan aksi di Jakarta. Dalam pesan singkat tersebut tertulis, “Deklarasi BEM PTS se-Indonesia mengundang dengan rasa cinta dan hormat, seruan aksi relawan memperingati hari pahlawan di Jakarta.” Hal ini bertentangan dengan pengakuan Zainuddin ketika dihubungi via WhatsApp oleh LPPM Nuansa. “Kita aksi bukan mengatasnamakan BEM PTS, murni aksi BEM yang peduli akan keadaan bangsa,” kata Zainuddin.

Zainuddin juga mengklarifikasi bahwa segala pemberitaan atas nama Riyanda kepadanya adalah fitnah. Zainuddin mengaku telah membatalkan lima bis untuk berangkat ke Jakarta karena keterbatasan dana dan hanya memakai dua bis. “Panitia saja nombok beberapa juta uang,” jelas Zainuddin. Sampai hari ini, pihak LPPM Nuansa masih kesulitan menghubungi Zainuddin perihal dari mana dana tersebut berasal karena nomor yang bersangkutan tidak aktif sejak pukul 19.00 WIB tanggal 11 November 2015 kemarin.

Dalam wawancara via telepon dengan Riyanda Barmawi pada 11 November 2015 pukul 14.25 WIB, Riyanda mengatakan bahwa kampus turut menyuntikkan dana sebesar 20 juta kepada Zainuddin selaku koordinator acara BEM PTS se-Indonesia guna keperluan aksi dan lain-lain termasuk transportasi. Tambah Riyanda, Zainuddin juga telah mengakui di dalam forum konsolidasi tanggal 10 November 2015 dan dilihat oleh hampir 30 perwakilan BEM PTS yang hadir termasuk Menteri Kajian dan Strategis Badan BEM KM UMY, bahwa Zainuddin telah meminta bantuan dana kepada Beni Pramula yang merupakan Presidium Aliansi Tarik Mandat (ATM) dengan syarat teman-teman di Yogyakarta kemudian dapat berangkat ke Jakarta.

LPPM Nuansa sudah meminta klarifikasi dari Wakil Rektor III UMY, Sri Atmadja P. Rosyidi, terkait dengan aliran dana 20 juta untuk membiayai acara BEM PTS se-Indonesia di UMY dan ia membenarkan aliran dana tersebut. “Yang kita support adalah kegiatan silaturahmi BEM PTS se-Indonesia. Dalam proposal yang kami terima, acara tersebut bertujuan untuk mempertemukan BEM PTS se-Indonesia,” kata Sri. Ia menilai kegiatan tersebut adalah kegiatan yang positif, karena bertujuan untuk bersilaturahmi dan membangun karakter mahasiswa. “Itu di luar apa yang kita dengar mengenai aliansi cabut mandat atau sebagainya. Kalaupun hal tersebut muncul, itu di luar dari agenda yang tertera di proposal untuk universitas,” jelas Sri.

Terkait dengan tudingan bahwa presiden mahasiswa ditunggangi oleh elit politik, Sri Atmadja mengaku belum bisa berkomentar banyak mengenai hal tersebut. “Ketua BEM KM UMY belum bertemu kepada saya langsung dan kami hanya mendapatkan kabar-kabar yang tentu harus kami kroscek dulu,”katanya. Beliau juga akan memanggil panitia acara Silatnas BEM PTS se-Indonesia, kemudian akan ditanyakan mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan. “Di sana juga akan kami tanyakan mengenai rumor-rumor yang berkembang,” ujar Sri.

Sri menambahkan, kalau memang terbukti ada aliran dana dari Aliansi Tarik Mandat, pihak kampus akan memberi peringatan karena telah membawa nama almamater. “Jika ada aliran dana yang tidak pada tempatnya tentu akan kami minta kembalikan,” tambah Sri. Selain itu, Sri juga berharap kepada mahasiswa untuk tidak terlibat dalam politik praktis.

Di sisi lain, Riyanda mengaku kecewa dengan Zainuddin karena merasa menjual nama forum kepada elit untuk kepentingan golongannya. “Saya sudah mencium kejanggalan ini sejak hari pertama tanggal 8 November 2015 saat adanya konsolidasi, karena di rundown tertulis acara debat calon pejabat daerah,” jelas Riyanda. Setelah Riyanda mencoba mengklarifikasi hal tersebut kepada Zainuddin, ia mengaku bahwa hal tersebut hanya manipulasi agar rektor-rektor dari masing-masing daerah tersebut dapat mengundang BEM dari universitasnya ke dalam forum tersebut. Hal ini bertentangan dengan tujuan Aliansi BEM PTS se-Indonesia berdiri, yaitu tidak adanya unsur tendensi dan intervensi politik. 

Aliansi BEM PTS se-Indonesia berdiri atas inisiasi Zainuddin Arsyad dan Beni Pramula yang juga ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dengan tujuan menjadikan PTS sebagai poros tengah gerakan swasta akibat adanya diskriminasi pemerintah karena selama ini PTN yang selalu diprioritaskan sebagai wadah konsolidasi aspirasi dan tuntutan. (ZH/GYS/SAW)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments:

  1. Jangan lupa nuansa bahas masalah SPP semakin mahal dan kantin ya ?
    Nuasa hrs kritis trhdp kampus.
    Tong sampa saja tak ada di umy.
    Trs ulas tentang presma umy

    BalasHapus