Bincang Sebatik Generasi Bakti Negeri


Generasi Bakti Negeri (GBN) merupakan sebuah komunitas kepemudaan yang bergerak di bidang pengabdian masyarakat yang membangun kualitas manusia demi mewujudkan bakti kepada negeri di pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Republik Indonesia. GBN ini bergerak bersama seluruh elemen masyarakat, terutama pemuda di berbagai bidang, yaitu pendidikan, bisnis sosial, dan pemberdayaan pemuda berbasis moral dan intelektual dan memiliki orientasi prioritas pengabdian di wilayah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal). 


Selama pengabdian di pulau Sebatik, GBN telah menyelenggarakan lebih dari 50 program pemberdayaan dan pendampingan masyarakat serta bekerjasama dengan lebih dari 20 pihak, baik dari pemerintah, swasta, korporasi, dan individu. Adapun misi utama GBN adalah menggerakkan generasi yang memiliki rasa kepedulian dan jiwa kepemimpinan untuk bersama-sama mewujudkan bakti kepada negeri. Untuk mengimplementasikan gerakan tersebut, GBN memiliki berbagai program: pengabdian masyarakat di wilayah 3T melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Gerakan Bina Sekolah Dasar, Focus Group Discussion dan Workhsop, Gerakan Voice on Forum, Gerakan Sociopreneur, Gerakan Moral dan Intelektual.

Acara Bincang Sebatik yang diselenggarakan oleh Fisipol Research Club ini dilaksanakan di Gedung AR Fachruddin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang dihadiri sekitar seratus lima puluh orang dan dibuka langsung oleh Wakil Rektor 1 UMY, Dr. Ir. H. Gunawan Budiyanto, M.P. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa ada sekitar 5011 desa tertinggal di Indonesia, 1400 desa sangat tertinggal dan 1158 di daerah perbatasan. Salah satunya adalah di pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia. 

Dalam acara ini menghadirkan pembicara Ahmad Maaruf S.E. M.Si, sebagai dosen pembimbing, Deni Febrian sebagai Ketua Tim KKN Sebatik tahun 2015 serta Muammar Firman Aulia pendiri Gerakan Bakti Negeri. Menurut Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Bambang Wahyu Nugroho., SIP, MA mengatakan bahwa kegiatan KKN UMY melalui GNB di pulau Sebatik lebih diterima oleh masyarakat di sana ketimbang KKN yang dilakukan oleh kampus-kampus lainnya. Hal ini terjadi karena umat Muhammadiyah di daerah itu tumbuh berkembang dengan adanya ranting dan cabang organisasi Muhammadiyah di daerah tersebut sehingga kedatangan KKN UMY diterima dengan sangat baik. 

Galang Gumilar sebagai Ketua Acara Bincang Sebatik ini mengatakan bahwa teman-teman dari Gerakan Bakti Negeri telah sukses dalam menjalan tugasnya melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di ujung perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Dengan adanya acara ini Galang selaku Ketua Acara Bincang Sebatik berharap agar peserta Bincang Sebatik dapat menggali lebih dalam bagaimana perjalanan dan pengalaman Tim KKN Sebatik selama menjalani KKN di pulau Sebatik. Acara ini diakhiri dengan foto bersama dan pemutaran film pemenang Eagle Award 2015 yang berjudul "Sekolah Tapal Batas". (HER)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar