SK Larangan Berdagang Turun, Pedagang di UMY Kecewa





Beberapa pengelola kantin di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Sabtu, (24/10), mendapat surat keterangan (SK) larangan berdagang/berjualan dari Wakil Rektor II, Dr. Suryo Pratolo, M.Si, Akt, CA, AA. Beberapa kantin yang mendapat surat resmi penutupan mulai hari ini, Sabtu, (24/10), di antaranya, Pojok Enterpreneur (Kantin Fakultas Ekonomi), Agrimart, Kantin Perpustakaan, Kantin Fakultas Ilmu Agama Islam (FAI), Kantin Kejujuran, dan Kantin Unires Putri. Dalam SK tersebut, pihak kampus melarang keras adanya kegiatan perdagangan di area kampus, baik yang berada di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Hal ini merupakan tindak lanjut yang diberlakukan pihak kampus menyangkut kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh kantin kejujuran di beberapa titik area kampus. 


Meskipun dalam SK tertera tanggal pembuatan SK yakni tanggal 20 Oktober 2015, namun beberapa pengelola kantin mengaku baru mendapat SK tersebut pada hari ini, Sabtu, (24/10). Para pengelola kantin mengaku kecewa atas pemberlakuan kebijakan ini. “Kenapa hanya karena ada satu pihak yang salah, tapi kita semua yang kena. Ini saya baru dapat hari ini lho, mbak. Sebelumnya tidak ada pertemuan dari pihak kampus untuk masalah ini. Kalau seperti ini, ya, namanya bukan solusi, tapi eksekusi,” terang salah satu pengelola kantin. 

Mulai hari ini terlihat beberapa pengelola kantin yang mulai mengemasi barang dagangannya, kecuali pengelola Kantin Unires Putri yang terlihat masih melakukan kegiatan jual beli. “Kantin ini kan berada di bawah tanggung jawab pihak Unires yang bersifat otonom, jadi tidak langsung berurusan dengan pihak kampus. Saya sendiri juga belum dapat keterangan apa-apa dari pimpinan Unires jadi saya belum ada rencana untuk menutup kantin. Lagi pula, saya baru dapat suratnya hari ini, sedangkan pak Ghoffar (direktur Unires) sedang tidak berada di tempat,” ungkap Imam selaku pengelola kantin Unires Putri. 

Dalam SK disebutkan bahwa latar belakang adanya larangan berdagang/berjualan di kampus ini karena banyaknya keluhan mahasiswa tentang semakin terbatas/sempitnya tempat untuk berdiskusi yang dikarenakan semakin banyaknya pedagang-pedagang yang meletakkan barang dagangannya di kursi-kursi lobi area kampus dan untuk menciptakan suasana akademis yang baik di lingkungan kampus UMY. Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari WR II dan pihak terkait mengenai keterlambatan SK tersebut diterima oleh para pengelola kantin di UMY. (SHY, AHP)

Surat pengedaran mengenai penertiban kantin. Klik untuk memperbesar.

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar