Sajak di Perbatasan Sungai

Sumber gambar: baltyra.com


Oleh : Rofia Ismania

Sajak ku di perbatasan sungai
Terdengar samar jeritan orang
Di sana ada sebilah jembatan,
Yang dulu menggabungkan antara kebebasan dan kemerdekaan
Tapi sekarang hanya tinggal sebilah jembatan kenangan

Sajak ku di perbatasan
Betapa sengitnya peperangan
Air mengalir di perbatasan sungai
Sanksi bisu pmberontakan kolonial

Pada sungai bernama Brantas
saat bisikan sang angin, mengungkit kenang
aku termangu akan jiwa pejuang
yang mempertahankan kemerdekaan
sekarang sungai tetaplah mengalir, sampai tak terbatas
mengaliri peristiwa masa silam, yang tak kan pernah pudar
layaknya sungai Brantas
aku akan menunggu jiwa-jiwa yang selalu berkobar 
aku menanti jiwa-jiwa yang mempertahankan Hak dan keadilan
Pada perbatasan Sungai perjuangan



Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar