Perkaya Praktik Diplomasi, HI UMY Teken MoU dengan Kemenlu



Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) di gedung pascasarjana UMY pada hari Jum’at (9/10). Perjanjian kerjasama ini bertujuan untuk membuka kesempatan para akademisi HI UMY untuk berkontribusi dalam kebijakan Kemenlu sekaligus untuk memperkuat kebijakan luar negeri.

Menurut Salman Al Farisi selaku Pelaksana Tugas BPPK Kemenlu RI, kontribusi yang diharapkan Kemenlu dari para akademisi HI UMY adalah memperkaya pandangan mengenai isu-isu Hubungan Internasional sebagai bahan pertimbangan Kemenlu dalam penggodokan kebijakan luar negeri.

”Dengan kerjasama ini maka kami berharap mahasiswa HI UMY dapat menambah sekaligus meningkatkan praktik diplomasi melalui lingkup kerjasama seperti pengabdian masyarakat dalam program magang, konsultasi publik maupun penyediaan tenaga ahli,” ungkap Salman. 

Kerjasama yang akan berjalan ke depan meliputi pendidikan, pelatihan, lokakarya, sosialisasi diskusi, pengkajian ilmiah tentang isu-isu Hubungan internasional, pengajaran, publikasi hasil kajian ilmiah, survei dan polling. Kerjasama ini juga membuka peluang bagi para mahasiswa HI UMY untuk mengaplikasikan materi perkuliahan studi Hubungan Internasional melalui program magang serta memperoleh informasi beasiswa dan konsultasi publik dari Kemenlu RI.

Penandatanganan MoU ini dilanjutkan dengan seminar dan diskusi yang akan membahas “Peluang Dan Tantangan Menuju Negara Maritim”. Seminar yang dilaksanakan di gedung pascasarjana UMY lantai 4 ini akan mendiskusikan lebih lanjut bagaimana mengelola maritim Indonesia agar sejalan dengan Nawacita Presiden RI Joko Widodo mengenai konsep poros maritim dunia dengan memaksimalkan industri dan transportasi laut.

Seminar dan diskusi ini dimoderatori oleh Mohammad Hery Saipudin, MA, (Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Asia Pasfik dan Afrika). Dengan pemateri M. Harjono Karto Hadiprodjo (Pakar Transportasi Laut Universitas Indoneisa), I Made Andi Arsana (Dosen Geodesi Universitas Gadjah Mada), Makarim Wibisono (Kepala Dewan Council Of World Affairs (ICWA)), dan Prof. Tulus Warsito (Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta). (uma)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar