Peringati Satu Tahun Jokowi-JK: Mahasiswa UNY Kuliah di Jalan


Kamis (22/10), memperingati satu tahun pemerintahan Jokowi-JK, yang jatuh tepat pada Selasa (20/10), Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM RM) Universitas Negeri Yogyakarta mengadakan aksi turun ke jalan, bertempat di Tugu Yogyakarta. Selain menyatakan sikap lembaga, mereka melakukan long march ke kantor DPRD dan kembali membacakan tuntutan-tuntutannya. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa melihat kinerja pemerintahan Jokowi-JK yang dinilai tidak membawa perubahan dan perbaikan, namun justru memperparah keadaan. Dilihat dari persoalan ekonomi yang merosot, angka kemiskinan, hukum yang dipolitisasi, serta masalah lainnya. Program kerja Jokowi-JK, Nawacita yang diusung di saat kampanye, pada kenyataannya tidak cukup ampuh untuk memberantas permasalahan di Indonesia. 

“Kita sebagai mahasiswa yang dikenal sebagai orang yang bergerak, harapannya dengan aksi ini, kita dapat menyuarakan hak-hak rakyat. Pemerintah dan rakyat dapat mendengar kita dan suara kita bisa sampai ke pemerintah,” ujar Uut, mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan, salah satu partisipan aksi refleksi satu tahun Jokowi-JK. 

Terdapat empat permasalahan yang diusung oleh mahasiswa UNY dalam aksi ini. Pertama, permasalahan kartu-kartu sakti seperti KIP, KIS, KKS dan BPJS yang dinilai sebagai kedok pemerintah untuk menghindarkan negara atas jaminan sosial masyarakat. Kedua, terkait pembentukan kabinet kerja yang menuai banyak kontroversi. Ketiga, permasalahan pembangunan daerah pinggiran yang kurang maksimal dan merata. Terakhir, persoalan investasi asing yang disambut baik oleh Jokowi-JK justru semakin memojokkan produk dalam negeri yang tidak bisa bersaing. Sehingga, BEM REMA UNY menuntut agar pemerintahan Jokowi-JK dapat memperbaiki program kerja mereka, dengan lebih merealisasikan program-program kerjanya, memperbaiki sistem jaminan sosial, menegakkan asas-asas supremasi hukum, merevisi undang-undang terhadap pihak asing, menindak tegas mafia-mafia perdagangan serta pihak-pihak yang menganggu stabilitas keamanan NKRI. 

“Kami merasa pesimis dengan apa yang sudah dilakukan satu tahun ini. Dari hasil survei tadi, sudah jelas bahwa mahasiswa Indonesia tidak puas dengan kinerja, oleh karena itu kami ingin memberikan tuntutan kepada bapak Jokowi-JK dan pemerintahannya. Dan ini akan dibacakan di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,” ujar Haris Fadilah, Presiden BEM REMA UNY. (LR)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar