Pemuda Era Modern

Sumber gambar: inioke.com

“Beri aku sepuluh pemuda, maka aku akan goncang dunia,” begitulah yang dikatakan Ir. Soekarno mengenai betapa hebatnya pemuda-pemuda Indonesia apabila sudah bertindak. 87 tahun yang lalu pemuda-pemuda Indonesia mengikrarkan sumpah untuk menunjukkan kesetiannya pada negeri. Sumpah yang menggambarkan bahwa para pemuda siap untuk membela negeri yang pada saat itu masih dijajah. 

Menengok Indonesia sekarang, dengan segala macam modernitas dan perkembangan teknologi, apakah Sumpah Pemuda tersebut sudah tidak relevan lagi? Bukan berarti dengan tidak adanya penjajah yang menyerang kedaulatan Indonesia secara fisik Sumpah Pemuda tidak relevan lagi. Justru, sekarang perlu dipertanyakan kembali kesetiannya dalam membangun negerinya.

Banyak sekali hiburan menggiurkan yang ditawarkan era modern yang membuat pemuda pemudi seakan sudah lupa dengan semangat membangun negeri. Kebanyakan menjadi budak sosial media, dan tempat hiburan mulai menenggelamkan semangat membangun negeri. Belum lagi istilah mager (malas gerak) yang saat ini booming menegaskan bahwa pemuda pemudi terkadang terlena dengan kemalasannya. 

Menurut Hilmi Prabowo mahasiswa jurusan Ilmu Hukum 2013 “Pemuda pemudi sekarang kurang peka dengan fakta sosial serta keadaan ekonomi Indonesia, dan mereka berlomba-lomba euforia dan pacaran.”

Ada banyak hal yang bisa mengisi waktu generasi muda dibandingkan hanya like status orang dan sibuk scroll up dan scroll down sosial media. Sudah banyak kok pemuda Indonesia yang berprestasi dan peduli terhadap negerinya. Misalnya di Sumatera Barat, kelompok pemuda yang menamakan dirinya Laskar Pemuda Peduli Lingkungan Amping Parak, menanam pohon cemara laut dan kayu bakau (mangrove) di sepanjang pantai di daerah Amping Parak. Itu hanya satu dari banyak pemuda yang aktif dalam berbagai bidang.

Sandy Nursahamdani mahasiswa jurusan Ilmu Hubungan Internasional 2014 mengatakan bahwa “Pemuda zaman sekarang menurut saya terbagi menjadi dua. Yaitu ada pemuda yang bertindak dan ada juga pemuda yang mengeluh. Pemuda yang bertindak ini adalah pemuda yang mempunyai awareness yang tinggi terhadap permasalahan sosial yang dihadapi di tengah masyarakat baik domestik maupun global, hal tersebut ditandai dengan banyaknya Youth Organization dan Youth Movement di sekitar kita saat ini. Sedangkan untuk pemuda yang mengeluh adalah mereka yang menanti akan datangnya masalah, dan di tengah masalah tersebut mereka hanya mampu menyalahkan orang-orang yang mempunyai kekuasaan. Akan tidak ada artinya jika kita hanya mengeluh terhadap yang memimpin karena sekarang pemudalah yang memimpin. Sebagai yang memimpin hadapilah masalah dengan tindakan, baik itu mencegah dan bahkan dalam melawan masalah tersebut, karena tindakan seorang pemuda adalah tindakan pembaharuan.”

Menurut Dimas Niko Ramadhan mahasiswa jurusan Teknik Mesin 2012 “Sebenarnya setiap pemuda mempunyai mind set masing-masing tapi siapa teman main atau teman kos-kosannyalah yang mulai mencerminkan tingkah dan pola pikirnya. Semua tergantung di mana kamu duduk dan siapa teman dudukmu. Karena Sumpah Pemuda dicetuskan dari diskusi-diskusi yang biasa tidak jauh-jauh dari hati para pemuda.”

Sekarang tinggal kalian para pembaca yang memulai untuk beraksi sesuai dengan porsi kalian masing-masing. Dimulai dari berangkat kuliah dengan penuh tanggung jawab, belajar dengan semangat untuk membangun negeri dan juga masa depan pastinya, ikut UKM-UKM di kampus untuk pengembangan skill. Lalu diikuti dengan ikut diskusi-diskusi yang bermanfaat, ataupun ikut organisasi yang tujuan dan orientasinya jelas untuk negeri dan sosial. 

Jadi, maknai hari Sumpah Pemuda lebih dalam lagi. Bahwa inilah hari kita menunjukkan apa yang akan kita lakukan untuk negeri. Apa yang saat ini kita rintis untuk memajukan negeri. Buktikan bahwa kita juga ikut membangun negeri kita tak hanya secara teknologi, tapi juga moral. Jangan hanya berkicau tak jelas di sosial media dengan mengeluh tanpa arah. Mulai menabung untuk membangun negeri kita lebih maju dan lebih baik lagi, dimulai dari kamu. Selamat Hari Sumpah Pemuda, Bung! (IPH)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar