Mengharapkan Perkembangan Film Indonesia Lewat Metamormovies

Sumber gambar: twitter @comm_awards

Oleh: Kurniasari Alifta R dan Baiq Okti Sulisnia utari

Salah satu acara besar tahunan yang diadakan Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Komakom) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yaitu Communication Awards yang tahun ini memasuki tahun kesepuluh memiliki sederet agenda acara sebelum masuk pada acara puncak pada tanggal 15 November 2015 mendatang. Salah satu agenda acaranya adalah talk show dan diskusi nasional yang bertajuk “Metamormovies” di Gedung A.R. Fachrudin B lantai 5 Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang diselenggarakan pada Rabu, (21/10). Talk show dan diskusi nasional ini menghadirkan pembicara-pembicara yang telah kompeten di bidang perfilman, yaitu Hanung Bramantyo, seorang sutradara dan produser kondang di Indonesia, dan Aryanto Yuniawan, sutradara film “Battle of Surabaya” dengan dihadiri kurang lebih 300 peserta yang berasal dari dalam maupun luar UMY.

Pengambilan tema “Metamormovies” dalam talk show tahun ini lebih ditekankan pada perfilman di Indonesia yang memiliki perkembangan layaknya hewan-hewan yang tumbuh dalam fase metamorfosis. “Jadi awalnya, memang kita pengen mengambil tema tentang film nih, jadi apa yang kira-kira menarik. Jadi akhirnya kita ambil perkembangan perfilman, kita nyari-nyari yang menarik dan beda, dan akhirnya metamorphosis kita jadikan Metamormovies,” jelas Endrax Dwi Kurniawan, selaku Ketua Panitia acara talk show ini. 

Talk show dan diskusi nasional ini bukanlah akhir dari “hajatan terbesar” Komakom pada tahun ini, melainkan rangkaian acara di Communication Awards 2015 yang mengangkat tema mengenai eksploitasi hewan ini meliputi berbagai kompetisi yang dilombakan, yaitu Festival Film Gadget (FFG), Feature Writing, Corporate Social Responsibility (CSR Program), Print Ad, dan Integrated Campaign. Communication Awards ini nantinya akan ditutup dengan acara Awarding Night, malam penganugerahan pemenang seluruh kompetisi Communication Awards 2015 pada tanggal 15 November 2015 di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. 

Asisten dosen program studi Ilmu Komunikasi, Subkhi Ridho berlaku sebagai moderator dalam forum diskusi bersama Hanung Bramantyo dan Aryanto Yunawan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam tadi. Forum dibuka dengan pertanyaan mengenai pengaruh film dalam realitas sosial dan politik yang dilemparkan kepada Hanung Bramantyo, menurutnya realitas sosial itu diciptakan oleh mereka yang berkuasa. “Dan ketika dunia kita dijalankan oleh siapapun yang memegang kekuasaan, maka konsumen seperti kita yang menerima kreatifitas tersebut harus lebih pintar lagi,” tambah Hanung. Dalam diskusi tadi, Hanung menekankan bahwa masyarakat Indonesia khususnya generasi muda untuk lebih produktif dan meninggalkan perilaku konsumtif yang selama ini secara tidak langsung menjadi identitas bangsa Indonesia itu sendiri. 

Ketika ditemui pihak Nuansa, Endrax selaku panitia acara memiliki harapan untuk perfilman Indonesia ke depan untuk lebih maju dan para generasi bangsa tetap peduli terhadap film-film Indonesia. “Harapan saya sih seperti yang mas Hanung katakan bahwa film-film Indonesia harus maju dan berkarya, kita generasi muda yang harus meneruskan tongkat estafet inovasi-inovasi tersebut,” jelas Endrax.
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar