Menanam Kebersamaan dengan Kreativitas



Oleh: Rafida Hasna Nabila dan Dimas Putra Mandegani


Seni bukanlah hal yang tabu di masyarakat. Berbagai macam kreasi seni telah diciptakan dengan beragam tujuan. Dari seni rupa, tari, musik, hingga drama atau teater. Kegiatan pameran maupun pertunjukkan pun gencar dilakukan oleh banyak event organizer maupun instansi pemerintah untuk mengenalkan budaya seni kepada masyarakat umum. Seperti yang dilakukan oleh Instansi Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dalam acara Pameran Rupa-rupa Seni Rupa "Nandur Srawung" 2015. Acara ini dilaksanakan selama sepekan dari Rabu lalu (14-20/10) di halaman dan ruang pameran TBY. Sesuai dengan namanya yaitu Nandur Srawung yang dalam Bahasa Jawa berarti "Menanam Kebersamaan", penyelenggara berharap semua pihak yang terlibat di pameran ini bisa saling bersilaturahmi dan memupuk kebersamaan guna mempererat tali persaudaraan. 

Nandur Srawung tahun ini diikuti oleh 650 perupa Indonesia dengan 120 karya seni yang mampu menarik perhatian para pecinta seni Indonesia. 

“Dari Taman Budaya, mengadakan pameran, kita memanggil perupa-perupa (Indonesia). Karena jumlah peserta 650 (orang), kita buat kelompok. Pengalaman pertama itu 500 (peserta), satu seniman satu karya. Itu repot sekali,” ungkap Ketua Panitia, Suharyatno yang kerap disapa Yamik.

Dalam acara ini, panitia mengusung tema "Batik Klasik". Hal ini bertujuan agar masyarakat umum lebih mengenal dan mengapresiasi budaya negeri sendiri. Pameran ini dibuka dengan menampilkan pertunjukkan musik gamelan untuk mengenalkan seni budaya Yogyakarta kepada generasi muda. 

“Kenapa kita memakai gamelan? Ya supaya generasi muda bisa mendengarkan bahwa seperti itulah budaya yang ada di Jogja. Kan kalo anak-anak muda biasanya sukanya band-band-an, nah, kita coba seperti itu dan akhirnya berhasil,” kata Yamik. 

Masing-masing karya seni di pameran ini dikerjakan secara berkelompok, yaitu terdiri dari tiga orang seniman untuk setiap karya di ruang pameran dan lima orang seniman untuk setiap karya di sekitar halaman TBY. Karya seni yang ditampilkan dalam pameran ini di antaranya lukisan, patung, pahatan, grafitty, dan berbagai hasta karya berbahan kain batik. 

Lebih dari lima ribu pengunjung hadir di pameran Nandur Srawung ini. Mereka datang dari berbagai kalangan. Tujuan mereka pun beragam. Dari yang hanya sekedar berfoto hingga ingin mengenal lebih jauh budaya Indonesia. 

“Pameran ini bagus, penuh dengan seni kreatif. Seni-seninya beda dari yang lain,” ucap Sofi, salah satu pengunjung. Sofi juga mengungkapkan bahwa acara ini cocok untuk generasi muda yang ingin melestarikan budaya Indonesia yang sekarang sedang mengalami krisis semangat. 

Penyelenggara berharap, acara yang tidak dipungut biaya ini bisa menjadi ajang silaturahmi bagi seniman-seniman Indonesia. Sebagai wadah persahabatan antara mereka dan menjadi sarana edukasi masyarakat yang sekaligus mendukung pelestarian budaya negeri sendiri.
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar