Ketahanan UMKM Terhadap MEA

Sumber gambar: pphp.pertanian.go.id

Pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan berlangsung beberapa bulan lagi. Kesiapan pelaku dagang di Asia Tenggara telah mempersiapkan strategi cara untuk mempertahankan dan mengambil keunggulan dari produksi barang dagangan. Setiap negara maju dan berkembang terdapat kegiatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi sorotan utama sebagai penggerak ekonomi. Pola usaha mikro memiliki peran penting dalam stabilitas ekonomi dalam negeri, menyerap sumber daya manusia, kemandirian masyarakat yang produktif dalam membuat barang, mampu menghasilkan finansial pribadi.

Sebagai peranan penting dalam meningkatkan perkonomian Indonesia, dapat dijumpai hingga pelosok pedesaan banyak masyarakat membuka UMKM. Utamanya di wilayah pedesaan aktivitas usaha tersebut melibatkan unsur petani sebagai pelaku penyedia bahan baku lokal untuk diolah. Sehingga hasil produksi petani ikut terserap dan memberikan nilai jual ekonomi yang tinggi. Selain itu adanya kelompok UMKM dapat menyerap tenaga kerja, memberikan lapangan kerja, sampai menjadi pemotor dalam meningkatkan ekspor produk barang. 

Sejatinya UMKM menjadi tolok ukur kesejahteraan masyarakat. Dalam berwirausaha lingkup kecil (rumahan) mendatangkan peluang tersendiri untuk meraup laba. Keuntungan dapat diputar kembali hingga menemukan titik kualitas mutu yang dipercaya oleh konsumen. Modal kepercayaan dan kualitas yang baik mampu menghantarkan produsen UMKM untuk mengirimkan barang produksinya ke kancah mancanegara. Kegiatan ekspor barang akan meningkat nilai produktifitas barang yang diimbangi dengan tingginya harga jual barang.

Sebagai usaha padat karya, UMKM dikhawatirkan akan tumbang bila pasar bebas ASEAN berjalan. Kuatnya persaingan pasar akan membuat produktifitas usaha tidak bertahan lama. Pemilik usaha kecil akhirnya tidak mampu bersaing di pasar ekspor maupun di pasar dalam negeri sendiri dan tidak mampu bertahan di pasar dalam negeri. Sangat heran sebagai konsumeris yang mempunyai sifat konsumtif yang condong terhadap barang impor. Jelas gaya berbelanja masyarakat Indonesia sekarang sudah modern dan praktis, supermarket dan toko swalayan yang notabene berisi produk makanan impor menjadi pilihan. Perihal seperti itu yang membuat usaha mandiri di tingkat masyarakat anjlok.

Mengatasi permasalahan perilaku konsumtif masyarakat, pemilik UMKM harus menciptakan inovasi dan kreasi baru terhadap produk. Adanya pasar bebas nanti, tingkat keunggulan menjadi momok utama untuk menarik perhatian para konsumen agar lebih memiliki produk sendiri ketimbang produk impor. Hasil produksi harus memenuhi kualitas dan standar yang sesuai dengan kesepakatan ASEAN dan negara tujuan. Kestabilan ekonomi dagang dalam negeri akan cenderung lebih stabil apabila hasil produksi pemilik usaha mampu bertahan di pasar global. Kebijakan pemerintah yang digalakkan dalam menghadapi pasar bebas perlu dipahami oleh pemilik usaha kecil.

Tantangan dalam menghadapi MEA yaitu memperkuat atau memberdayakan kemampuan UMKM agar tidak ketinggalan oleh pelaku usaha lain baik di dalam dan luar negeri. Sangat sia-sia jika UMKM tidak diberdayakan untuk memanfaatkan peluang MEA. Meningkatkan kualitas dan standar produk di UMKM setara dengan ASEAN, menjadi upaya penting yang harus dicermati. Upaya lain dalam menghadapi MEA nanti dengan meningkatkan kualitas SDM dan jiwa kewirausahaan. Informasi pasar dan pengetahuan segmen pasar perlu diperluas agar kesiapan untuk memasarkan produk ke luar negeri bisa ditangani lebih awal.

Harapan besar bagi negara berkembang adalah untuk meningkatkan dan mengejar perekonomian negara, serta menggalakkan intra regional dagang untuk kemajuan pertumbuhan negara menjadi lebih baik. Namun harapan tersebut menjadi sebuah tantangan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia untuk mempertahankan usaha dagangnya terhadap kekuatan dagang asing. Sedikit upaya dan pemberdayaan terhadap pelaku usaha tidak akan ada bukti bila tidak disiasati oleh semua lapisan masyarakat. (gwr)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar