Kantin Kejujuran Mahasiswa Ditutup



Kantin kejujuran yang tersebar di beberapa titik di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sejak beberapa bulan lalu, ditutup oleh Bagian Lingkungan dan Kawasan (Lingkawas) Biro Umum UMY sejak Jumat, (23/10). Kantin kejujuran ini ditutup karena banyak mahasiswa yang mengeluh terganggu dengan adanya kantin kejujuran ini.

“Kami mendapat banyak keluhan dari mahasiswa tentang kantin kejujuran ini. Kantin tersebut menggunakan fasilitas mahasiswa, yakni tempat duduk yang berada di lobi-lobi, sehingga menyusahkan mahasiswa jika ingin duduk di sana,” kata Kepala Biro Lingkawas, Nur Fajari.

Selain itu, tambah Fajari, makanan dan minuman yang ada di sana belum tentu semuanya dipunyai oleh mahasiswa. Pihak Lingkawas tidak ingin menanggung resiko jika makanan dan minuman tersebut dipasok dari luar mahasiswa UMY. 

Bukan hanya kantin kejujuran yang mendapat teguran dari pihak kampus untuk menutup kantinnya, kantin gedung D lantai dua, kantin Pojok Entrepreneur Fakultas Ekonomi yang berada di gedung E lantai dua, sampai ke kantin Agrimart yang berada di gedung F Fakultas Pertanian juga ditegur oleh pihak kampus.

“Untuk penutupan kantin-kantin ini ditangani oleh pihak yang berbeda. Khusus untuk kantin kejujuran, ditangani oleh Biro Lingkawas. Namun, untuk kantin yang berada di gedung-gedung tersebut ditangani langsung oleh Wakil Rektor II, Dr. Suryo Pratolo, M.Si, Akt, CA, AAP. Kantin-kantin tersebut ditegur karena mereka menyalahgunakan fungsinya,” kata Fajari. 


Ketika Nuansa mengonfirmasi kepada salah satu kantin di gedung E pada Jumat, (23/10), penjaga kantin tersebut mengaku ditegur oleh kampus, tetapi ia berkilah bahwa kantin ini legal dan langsung mendapat pengawasan.

“Kita lihat saja namanya, Pojok Entrepreneur. Jadi, kantin ini ya diperuntukkan untuk kreatifitas mahasiswa ekonomi. Apa gunanya ada jurusan ekonomi kalau kreatifitas mahasiswa dibatasi,” kata penjaga yang namanya tidak ingin disebutkan. Namun, ia juga mengakui bahwa makanan dan minuman di sana tidak hanya berasal dari mahasiswa saja, tetapi juga dari luar mahasiswa.

Nuansa juga menghubungi pihak pengurus kantin kejujuran, mereka mengungkapkan kekecewaan terhadap kebijakan kampus mengenai kantin kejujuran. Mereka mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka telah mencoba menitipkan produk mereka ke jalur lain seperti Agrimart, tetapi mengaku mengalami kesulitan. 

“Harusnya yang kecil yang dinaikkan jangan terus dilarang, mungkin bisa ditertibkan, kalau masalah komplain, kenapa harus dilarang tidak diatur saja,” ujar Aswani Romania Fitri. “Kami sudah mengantisipasi akan ada kebijakan dari kampus. Tapi pikirnya kebijakan dari kampus itu dibuatkan tempat sendiri,” jelas Fahru Rudi Setiawan. 

Mereka menjelaskan bahwa pada Rabu (21/10) Biro Umum telah mengadakan dialog dengan para pengurus kantin kejujuran, tetapi dikarenakan pengurusan yang terpisah maka dialognya dilakukan berulang. Di dalam dialog tersebut Biro Umum menegaskan bahwa kantin kejujuran tidak akan diperbolehkan lagi, begitu juga dengan penjualan makanan dan minuman dari stand-stand organisasi mahasiswa. (QIL & SAW)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar