Bersinar di Kejurnas Invitasi Tapak Suci Airlangga National Open Cup 2015: Tapak Suci UMY Sabet Juara Umum Kedua


Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berlaga dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Invitasi Tapak Suci Airlangga National Open Cup 2015 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur. Acara ini diselenggarakan mulai Minggu (11/10) sampai Kamis (15/10) lalu. 

UMY berhasil menyisihkan berbagai universitas seperti UAD, UII, UIN Sunan Kalijaga, UM Malang, UM Sidoarjo, Universitas Airlangga, UM Surabaya, dan Universitas Brawijaya. Dengan mengirimkan 22 atlet dalam kejurnas kali ini berhasil mengantarkan UKM Tapak Suci UMY hingga dinobatkan sebagai Juara Umum kedua dengan perolehan 4 medali emas, 4 medali perak dan 4 medali perunggu. Dalam kejurnas ini terdapat dua kategori lomba yaitu tanding dan seni. Kategori tanding berupa satu lawan satu sedangkan seni berupa peragaan jurus. 

Berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target yang telah disepakati pada saat latihan menjadi kunci utama tim atlet Tapak Suci UMY. Selain itu para atlet juga merasa membawa amanah yang harus diemban dengan baik dari pihak kampus, ungkap Atok Susanto selaku ketua UKM Tapak Suci UMY.

Hemas Fauzia salah satu atlet yang ikut bertanding mengatakan bahwa suka duka yang dilalui adalah rasa bangga bisa mewakili nama universitas hingga ke tingkat nasional, sedangkan dukanya adalah tidak mungkin terhindar dari cidera karena setiap atlet yang bertanding pencak silat pasti mengalami cidera. Ia juga berpesan kepada mahasiswa untuk tetap semangat dan berlatih lebih giat, kesalahan dalam hal teknik itu sudah biasa serta menang dan kalah itu merupakan wujud usaha yang telah kita lalui sebelumnya. 

Atok menjelaskan kiat sukses dalam pertandiangan tidak lain adalah proses yang dilalui selama latihan. Para atlet harus mengikuti prosedur pelatih dalam setiap latihan. Pelatih juga memberikan program latihan fisik, mental dan juga teknik sebelum bertanding. Dari ketiga program latihan tersebut harus seimbang dalam melakukan pencak silat, ketika salah satu dari ketiganya kurang maksimal maka lawan akan menjadikan celah untuk menyerang. Latihan mental diakui sebagai faktor penting dalam bertanding, apabila atlet hanya unggul dalam fisik dan teknik saja hasilnya bisa jadi akan nol, tambahnya. (bim)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar