Surga Edelweis di Swiss Van Java



Ingin pengalaman liburan yang berbeda? Ingin merasakan sensasi berkunjung ke salah satu habitat Edelweis (Anaphalis Javanica) terbesar di Indonesia? Mendaki ke gunung Papandayan adalah jawabannya.

Papandayan terletak di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Gunung dengan ketinggian 2665 mdpl ini memiliki beberapa kawah seperti Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Papandayan terkenal dengan taman Edelweisnya yang luas serta Hutan Matinya.


Perjalanan dimulai dari basecamp Papandayan yang terkenal dengan nama Basecamp David. Pada trek awal, pendaki akan disuguhi jalan bebatuan yang cukup menanjak serta bau belerang yang cukup menyengat. Selanjutnya, pendaki akan mulai memasuki kawasan hutan yang cukup lebat dan menanjak.

Setelah sekitar dua jam perjalanan, pendaki akan sampai di sebuah dataran yang cukup luas. Di sini sudah mulai banyak tumbuh tanaman Edelweis. Inilah yang disebut dengan Pondok Salada, dimana kebanyakan pendaki Papandayan akan beristirahat dan mendirikan tenda di sini sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak. 

Pondok Salada berada di ketinggian 2.288 mdpl. For your information, di Pondok Salada sudah terdapat wc umum serta banyaknya penduduk lokal yang berjualan. Bagi yang tidak membawa cukup logistik, bisa mengisi perut di warung-warung ini.

Keesokan harinya, pendaki bisa melanjutkan perjalanan ke areal puncak atau yang lebih terkenal dengan nama Tegal Alun. Perjalanan dari Pondok Salada menuju Tegal Alun akan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Trek menuju Tegal Alun pun terbilang cukup terjal dan sulit, namun terobati dengan banyaknya tanaman Edelweis di sepanjang jalur pendakian.

Sesampainya di kawasan Tegal Alun, pendaki bisa menikmati hamparan Edelweis yang sangat luas. Setelah itu, pendaki bisa turun ke kawasan Hutan Mati, salah satu ikon dari Papandayan. Dinamakan Hutan Mati karena banyaknya terdapat pohon-pohon yang menghitam karena terbakar akibat terkena erupsi letusan Papandayan beberapa waktu silam. Batang dan ranting pohon yang menghitam itulah yang menjadi daya tarik bagi pendaki serta memunculkan suasana magis. 

Setelah puas menikmati magisnya Hutan Mati, pendaki bisa memilih, ingin kembali ke Pondok Salada ataupun langsung turun menuju Basecamp David. (FA)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar