Peserta GAP 2015 Mengenal Lebih Jauh Leptospirosis dengan Hospital Visit



Setelah melewati acara pertamanya yaitu Welcoming Party, Global Action Project Exchange (GAP) 2015 kemudian melanjutkan ke rangkaian acara berikutnya yaitu Hospital Visit di PKU Muhammadiyah Bantul pada Senin (14/9). Di Hospital Visit ini, mereka terjun langsung untuk mengobservasi, menganalisis, serta mewawancarai pasien pengidap penyakit Leptospirosis. Selain itu panitia dan peserta GAP 2015 juga melakukan diskusi lebih jauh mengenai Leptospirosis dengan para dokter dan pihak rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul.

Danae Kokosi, salah satu peserta GAP 2015 yang berasal dari Yunani merasa sangat tertarik dengan Leptospirosis. Danae menjelaskan Leptospirosis sangat jarang di Yunani, dan dia juga merasa bersemangat dalam mempelajari hal yang memiliki pengaruh nyata di Indonesia, yakni Leptospirosis.

Kendala yang dialami selama Hospital Visit ialah keterbatasan bahasa. Tidak banyak dokter yang lancar berbahasa Inggris membuat panitia harus menerjemahkan apa yang dikatakan oleh dokter ke peserta GAP 2015, jelas Irawati Hidayah, selaku Manajer Proyek GAP 2015. Selain itu salah satu peserta ternyata mengalami masalah di visa, sehingga peserta harus kembali dahulu ke negara asalnya untuk mengurus ulang.

“I am having wonderful time, I am having so much fun, I really love it, and I would definitely will apply next too. It’s great, everybody is friendly, the team is really helpful. Thank you everybody, (Saya menghabiskan waktu dengan sangat menyenangkan, saya sangat bersenang-senang, saya sangat menyukainya, [GAP 2015] dan saya pasti akan mendaftar lagi. Sangat baik, semua orang ramah, timnya sangat membantu. Terima kasih semuanya.)” ucap Danae ketika ditanyai mengenai bagaimana perasaannya mengikuti program ini.

Selain Hospital Visit, masih ada rangkaian-rangkaian acara lain seperti, tutorial, skills lab, praktikum, social program, visiting village dan masih banyak lagi yang akan dilaksanakan dalam program tersebut. GAP 2015 ini berlangsung selama 30 hari, nantinya setelah program ini selesai para peserta harus membuat laporan mengenai Leptospirosis kemudian laporan tersebut harus dikumpulkan ke dosen mereka di negaranya masing-masing. (GTA/ASN)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar