Learning Express dan KKN Internasional UMY Mempertunjukkan Prototipe Proyek KKN Mereka



Tim Learning Express dan KKN Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan International Relations Office UMY (IRO UMY) telah mengadakan Exhibition Learning Express/KKN Internasional dari proyek KKN internasional mereka di UMY Boga kampus terpadu UMY pada Kamis siang (17/9). Pameran KKN internasional ini diadakan oleh 40 peserta asing KKN Internasional yang berasal dari Kanazawa Institute of Technology dan Singapore Polytechnic, serta 16 peserta Indonesia yang terdiri dari mahasiswa UMY dan juga mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Pada Exhibition Learning Express/KKN Internasional ini para peserta KKN Internasional mempertunjukkan prototipe dari proyek mereka di dalam KKN internasional. Learning Express dan KKN Internasionalnya sendiri diselenggarakan selama dua minggu, di mana satu minggu merupakan tahap observasi untuk menemukan masalah yang terdapat pada desa-desa yang telah ditunjuk sebagai tempat KKN internasional lalu menemukan solusi atas permasalahan desa tersebut. Kemudian satu minggu berikutnya digunakan untuk pembuatan prototipe. 

Exhibition Learning Express/KKN Internasional berjalan dengan cukup baik, terlihat dengan ramainya pengunjung yang datang. Tim KKN Internasional menyediakan tiga stand untuk melayani pertanyaan-pertanyaan dari pengunjung mengenai proyek mereka di dalam KKN internasional. Selain itu terlihat juga sekitar empat buah prototipe yang dipertunjukkan, di mana prototipe yang dipertunjukkan merupakan prototipe alat penanganan limbah yang nantinya akan digunakan di desa Kaliabu dan desa Pulesari.

Salah satu proyek yang di kerjakan pada KKN Internasional ini ialah pengembangan desa Kaliabu yang berfokus pada sungai Bedog. Sampah, polusi serta kebiasaan masyarakat desa Kaliabu yang masih membuang sampah di sungai menjadi salah satu masalah yang dihadapi tim KKN internasional. Salah satu penyelesaian yang telah berhasil digagas oleh tim KKN Internasional di desa Kaliabu ialah dengan membuat alat penyaring sampah. Alat ini berfungsi sebagai penyaring yang diletakkan mengapung di tengah aliran sungai dengan beberapa besi penyangga yang bertujuan untuk menahan sampah yang melalui sungai. Alat ini digerakkan oleh sebuah pedal yang digerakkan menggunakan tenaga manusia. Pergerakan dari pedal tersebut membuat sampah yang lewat menjadi tersangkut di jaring yang kemudian di tampung pada penampung akhir sampah. Dan ketika sudah penuh maka petugas yang mengoperasikan alat ini akan mengangkat sampah tersebut. Setelah membersihkan sungai, tim KKN internasional kemudian akan mencoba membangun situs turisme di sekitar sungai Bedog desa Kaliabu, sehingga setelah pembersihan sungai akan ada proyek yang berkelanjutan di desa Kaliabu.

Desa Pulesari dan desa Kaliabu yang merupakan desa tujuan KKN internasional tahun ini dipilih karena memiliki keunikan tersendiri. Kedua desa tersebut dianggap memiliki kebijaksanaan lokal yang cukup unik bagi mahasiswa asing, dikarenakan mereka belum pernah mendapatkan hal tersebut di negara mereka. Dan juga kebudayaan desa-desa yang ada di Yogyakarta juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa asal Jepang dan Singapura seperti dengan adanya dangdut dan poco-poco serta Tarian Salak. (Glg & Qil)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar