GAP Exchange 2015 oleh MMSA UMY Sukses Dilaksanakan



Setelah melewati seluruh rangkaian kegiatan dari awal bulan September 2015, Muhammadiyah Medical Student Activities (MMSA) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sukses melaksanakan Global Action Project (GAP) Exchange 2015 ditandai dengan digelarnya Farewell Party yang dilaksanakan di Secret Garden, Yogyakarta, pada Selasa malam, (29/9). GAP Exchange 2015 ini diikuti oleh tiga mahasiswa dari Eropa, yakni Danae Kokosi dari Yunani, Emmanuele Lazzara dari Italia, dan My Kim Tran dari Jerman.


“Terima kasih untuk pengalamannya. Terima kasih juga untuk panitia yang sangat ramah menyambut kami. Semoga bisa menambah kemampuan medikal saya,” kata Emmanuele Lazzara ketika memberikan sambutan. Ia juga menambahkan, ia sebenarnya berharap mendapatkan ilmu praktek yang lebih daripada teori. “Saya kira saya akan mendapatkan lebih banyak praktek. Tapi, hal itu tidak mengurangi kegembiraan saya untuk belajar di sini,” tambah Emmanuele.

Presiden MMSA UMY, Fauzan Abdurrahman, dalam sambutannya menyampaikan banyak terima kasih untuk peserta dan juga panitia dalam menyukseskan GAP Exchange 2015 ini.

“Semoga GAP Exchange 2015 ini mendapatkan banyak manfaat, baik untuk peserta maupun untuk panitia. Kami yakin budaya Indonesia mempunyai banyak perbedaan dengan budaya teman-teman di Eropa. Semoga pertemanan kita tidak terhenti sampai di sini saja,” kata Fauzan Abdurrahman.

Acara yang dihadiri oleh Center for Indonesian Medical Students' Activities (CIMSA) UGM ini juga diisi oleh penampilan panitia yaitu menyanyikan beberapa lagu untuk para peserta sebagai tanda perpisahan. Acara diakhiri dengan makan malam bersama dan penyerahan sertifikat serta kenang-kenangan kepada para peserta GAP 2015.

GAP Exchange 2015 sendiri adalah program pertukaran pelajar mahasiswa kedokteran untuk mempelajari tentang penyakit endemik yang ada di sekitar Yogyakarta, yakni Leptospirosis. Peserta GAP 2015 meneliti Leptospirosis dan difasilitasi oleh MMSA UMY. GAP tahun 2015 adalah GAP keempat yang telah dilaksanakan di Indonesia dan tahun ini GAP dilaksanakan di dua universitas yakni Universitas Airlangga dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. GAP 2015 ini berlangsung selama 30 hari, dan setelah program ini selesai para peserta harus membuat laporan mengenai Leptospirosis kemudian laporan tersebut harus dikumpulkan ke dosen mereka di negaranya masing-masing. (SAW & QIL)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar