Generasi Bakti Negara: Mahasiswa UMY Siap Mengabdi di Perbatasan



Senin (10/08). Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimatan Utara, tepatnya di Desa Aji Kuning dan Desa Maspul. KKN yang diberi nama Generasi Bakti Negara (GBN) ini mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia melalui Program Sinergitas Pendidikan, Ekonomi Kreatif, dan Penguatan Karakter Pemuda Berbasis Moral dan Intelektual."

Menurut Wakil Rektor I UMY, Dr. Ir. Gunawan Budianto, M.P, KKN ini dilaksanakan untuk membantu menyelesaikan masalah domestik maupun masalah yang berkaitan dengan Malaysia, seperti masalah nasionalisme, ketergantungan Indonesia terhadap Malaysia, penyelundupan narkoba, penggunaan dua mata uang dan minimnya fasilitas pendidikan maupun kesehatan. Berdasarkan pada permasalahan tersebut, UMY kemudian mencoba membantu masyarakat setempat untuk mengatasinya melalui program KKN Tematik ini.

Program yang akan dilaksanakan mulai Agustus hingga Oktober 2015 memiliki tujuan yakni: meningkatkan kualitas pendidikan peserta didik di wilayah perbatasan Indonesia melalui Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter, menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan utama masyarakat, khususnya di Desa Aji Kuning Pulau Sebatik, menumbuhkan rasa memiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada masyarakat perbatasan melalui pagelaran dan pertunjukan budaya lokal seluruh Indonesia, menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, meningkatkan dan menguatkan kualitas ekonomi masyarakat melalui gerakan ekonomi kreatif berbahan baku lokal dan berwawasan nasionalisme, ikut membantu pemerintah dan masyarakat dalam memaksimalkan potensi sumber daya yang ada, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Sebatik khususnya Sebatik Tengah.

KKN ini direncanakan menjadi program keberlanjutan hingga tahun 2017, yang mana pada tahun pertama ini GBN berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan ekonomi kreatif. Adapun program-program yang akan dilaksanakan antara lain pendidikan nasionalisme, seni dan budaya; pendidikan IT; pendidikan karakter; pelatihan akuntansi dasar; menghidupkan kembali koperasi; dan program lainnya. Untuk tahun kedua, ditargetkan untuk fokus pada pendampingan ekonomi pariwisata dan kesehatan.

Deni Febrian, mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional 2012 selaku koordinator rombongan menyatakan keinginannya untuk menjadikan Pulau Sebatik sebagai ikon atau landmark teras utara negeri, sehingga mengubah paradigme Pulau Sebatik yang terpencil dan terisolir menjadi ikon kebanggaan Negara.

Adapun yang menjadi keluaran dari KKN ini berupa riset jurnal, buku, dan film dokumenter yang mengisahkan kondisi nyata serta potensi sumber daya alam dan manusia yang ada di Pulau Sebatik. Keluaran ini juga merupakan sarana untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap eksistensi daerah perbatasan Indonesia.

Ini merupakan pertama kalinya UMY menerjunkan mahasiswanya ke daerah perbatasan terluar Indonesia. Kedua puluh sembilan mahasiswa berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, dan Fakultas Teknik ini akan berangkat pada hari Rabu (12/08) pagi hari. (LR)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar