Manatol dari Sula untuk Indonesia



Sabtu (6/6) bertempat di Monumen Serangan Umum Satu Maret, nol kilometer Yogyakarta, Forum Mahasiswa Sula Yogyakarta (FORMASY) telah menyelenggarakan pelantikan pengurus baru 2015-2017 dalam serangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kepulauan Sula ke-12 dengan tema besar “Kekuatan Adat dan Budaya Menuju Panggung Nasional”.

Acara ini sudah diselenggarakan ketiga kalinya di Yogyakarta, tahun sebelumnya FORMASY mengadakan HUT di sebuah kafe di Yogyakarta dengan mengundang beberapa anggota Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (IKPM) Maluku, mengadakan lomba baca puisi, dan lain-lain. “Acara sudah kami siapkan dari dua bulan yang lalu, mulai dari penggalangan dana melalui usaha mandiri,” jelas Idra saat ditemui di tempat. 

Acara dimeriahkan dengan berbagai tari-tarian dari berbagai IKPM Maluku, tarian Chokoibadari, tarian Soya-soya, penyanyi Maluku Loela Drakel dan Lima Ribu Band, serta grup musik asal luar negeri yang sedang mempelajari kebudayaan Indonesia timur. Acara yang berlangsung sangat meriah dan kondusif ini dihadiri wakil bupati Kepulauan Sula H. Safie Pauwah, S. H, Kepala Dinas Kebudayaan provinsi DIY dan ibu-ibu PKK Kepulauan Sula. 

Di tahun 2012 tercatat ada sekitar 215 mahasiswa Sula yang menimba ilmu di Yogyakarta, dan di tahun 2015 jumlah tersebut bertambah menjadi 625 mahasiswa Sula. dari data terakhir, semua mahasiswa Sula yang telah selesai menempuh pendidikan di Yogyakarta sudah 80% terserap di berbagai lapangan pekerjaan. “Ini telah membuktikan, bahwa mahasiswa asal Sula dapat bersaing di rantau orang, dan kelak dapat mengambil estafet kepemimpinan,” tambah Ismail dalam sambutannya.

Ketua baru FORMASY Supriadi Umangasangaji yang telah menggantikan ketua sebelumnya Ismul Azzam menjelaskan tujuan utama dibentuknya Forum Mahasiswa Sula Yogyakarta adalah untuk mempersatukan seluruh mahasiswa Sula di Yogyakarta. Atas dasar independensi sikap kritis kontruktif dan rasionalitas kelak kader-kader mahasiswa daerah dapat memimpin daerahnya setelah berjuang menimba ilmu di tanah rantau. “Butuh perjuangan yang berat untuk mempersatukan mahasiswa Sula di Yogyakarta. Karena keterbatasan link, dulu sebelum terbentuk FORMASY saya hanya mendapati empat mahasiswa Sula yang berkuliah di Jogja dan sekarang jumlahnya terus bertambah,” jelas Ismul.

Dalam sambutannya, wakil bupati Kepulauan Sula H. Safie Pauwah, S. H berharap kader-kader FORMASY dan seluruh mahasiswa Sula yang menimba ilmu di Jogja kelak setelah lulus tidak kembali ke kampung halamannya di Sula, tapi menyebar ke seluruh kepulauan di Indonesia untuk mengubah negeri menjadi lebih baik, karena mahassiwa Sula bukan hanya milik orang daerah, tapi lebih dari itu juga milik orang Indonesia. “Saya juga berharap kelak FORMASY tidak hanya berhenti pada wacana-wacana kritis namun lebih fokus kepada tindakan-tindakan,” tambahnya. (HIL)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar