Kurangnya Kesadaran Akan Kebudayaan

Sumber gambar: pusakaindonesia.org



Kebudayaan merupakan unsur terpenting dalam sebuah peradaban. Tiada bangsa yang maju tanpa sebuah kebudayaan. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menghargai dan menjaga kebudayaannya sendiri. Dengan adanya kebudayaan kita dapat mengetahui sejarah bangsa kita dan memiliki sebuah identitas, serta dengan menjaga kebudayaan kita akan menjadi sebuah bangsa yang mandiri.

Indonesia merupakan bangsa yang luas dengan banyak kebudayaan. Salah satu budaya Indonesia adalah budaya “gotong royong”. Budaya gotong royong adalah budaya saling membantu satu sama lain untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Dalam budaya gotong royong tidak terdapat kelas sosial di mana kaum yang kaya dan miskin saling bahu membahu untuk saling membantu. Tetapi dewasa ini budaya gotong royong sudah mulai dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat yang di perkotaan sudah mulai menjadi individualis yang tidak mempedulikan orang lain. Tidak seperti budaya masyarakat dulu saat membangun rumah mereka dengan budaya gotong royong saling membantu untuk membangun sebuah rumah. Masyarakat kota telah kehilangan kebudayaan gotong royongnya, sebagai contoh ketika mereka membangun rumah orang kaya membayar seorang kuli. Budaya gotong royong sudah mulai hilang dan muncul kelas sosial di mana terdapat perbedaan pekerjaan antara si kaya dan si miskin. Kesenjangan sosial sangat terasa di masyarakat perkotaan.

Budaya yang dimiliki Indonesia semakin lama mulai tergusur oleh budaya asing yang dibawa oleh arus globalisasi dan kemajuan teknologi. Budaya humanis dan invidualisme mulai menggerogoti sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebagai contohnya dengan adannya telefon genggam atau tablet yang dimiliki sebagian besar masyarakat Indonesia. Kemajuan teknologi ini berdampak banyak untuk masyarakat Indonesia. Dampak baik dari teknologi ponsel dapat mempermudah hubungan komunikasi. Dan juga yang sekarang kita kenal dengan ponsel pintar sangat banyak membantu dalam pekerjaan kita sehari-hari. Dalam ponsel pintar sekarang dilengkapi dengan permainan yang banyak sebagai alat hiburan. Anak-anak kecil sekarang difasilitasi oleh orang tuannya dengan ponsel pintar. Sehingga anak kecil sekarang lebih suka bermain ponsel pintarnya di rumah sendirian daripada bermain bersama dengan temannya. Sehingga secara tidak langgsung anak tersebut akan tumbuh menjadi anak dan remaja yang individualis. karena sejak kecil tidak terbiasa bersosialisasi dan bermain bersama-sama. Permainan tradisional yang dilakukan bersama-sama dapat menimbulkan sikap saling mengerti dan saling memahami antara teman sepermainan, karena dengan bermain bersama akan menumbuhkan sikap simpati dan empati yang muncul dari psikologinya.

Generasi muda adalah kunci untuk kemajuan bangsa. Untuk menjaga suatu kebudayaan mereka terlebih dahulu mengetahui budaya mereka sendiri. Di pundak merekalah bangsa ini akan manjadi bangsa yang maju dan mandiri yang memiliki ciri budaya tersendiri atau bangsa yang mundur yang lupa akan kebudayaannya sendiri yang menjadikan krisis identitas. (Nug)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar