Insinyur Indonesia Harus Mempunyai Daya Saing Global





“Insinyur di era globalisasi harus berani untuk berinovasi, memiliki kreatifitas yang tinggi, dan harus bermoral. Jika tidak, maka insinyur Indonesia tidak akan mampu bersaing dalam lingkungan kerja global,” ucap Akhmad Suraji, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta dalam acara seminar yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bertema ‘Peran Engineer dalam Rekonstruksi Moral Bangsa Untuk Menghadapi Era Globalisasi’ pada Selasa, (26/5) di Gedung AR. Fakhruddin B lantai lima UMY.


Lebih lanjut, Suraji mengatakan, insinyur harus berani mengambil resiko dalam pekerjaannya. “Menjadi insinyur itu harus punya modal berani. Apalagi dalam persaingan global saat ini. Sebentar lagi kita akan menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN, diharapkan insinyur-insinyur Indonesia mempunyai daya saing global dan bermoral,” lanjutnya.

Menurut ketua panitia acara, Imawan Wahyudi Arya, acara ini berangkat dari kegelisahan mahasiswa teknik UMY bagaimana menghadapi persaingan dalam era globalisasi. “Kami mengadakan acara ini sebagai bentuk belajar kami bagaimana mempersiapkan diri dalam lingkungan kerja yang sebenarnya. Hubungannya dengan moral bangsa adalah bagaimana kami bisa membuat sebuah target sendiri, tidak bercampur dengan kepentingan-kepentingan negara lain,” ucap Imawan. 

Bertindak sebagai pembicara adalah Akhmad Suraji, Ahmad Sarwadi, selaku perwakilan Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat muhammadiyah, dan Sri Atmadja Putra Rosyidi, selaku Dosen Fakultas Teknik UMY. Moderator dalam acara ini adalah Ahmad Janan, mantan Presiden Mahasiswa UMY tahun 2011/2012. (SAW)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar