AMSS Ajang Persaudaraan Muslim ASEAN



Asean Muslim Students Summits (AMSS) 2015 dibuka dengan ciamik pada Senin (18/5). Bertempat di sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pembukaan AMSS menyuguhkan seminar internasional yang bertemakan ASEAN Economy Community, stadium general dan beberapa pertunjukan seni, seperti atraksi oleh unit kegiatan mahasiswa (UKM) Drum Corps dan pertunjukan tari Saman oleh Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (Komahi) UMY. Tak kalah mengagumkan, acara juga dipandu oleh master of ceremony (MC) dengan lima bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, Arab, Mandarin dan Thailand.

Tampak hadir wakil menteri luar negeri (wamenlu) Indonesia, A.M Fachir, rektor UMY Prof. Bambang Cipto, para pimpinan fakultas, para dosen, beserta ratusan delegasi seminar AMSS baik dari UMY maupun dari luar UMY. Terdapat juga puluhan mahasiswa asing UMY yang berasal dari negara-negara ASEAN.

Pada sambutan pertama diisi oleh presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UMY, Zainuddin Arsyad. Dalam kesempatan tersebut, Zainuddin menyerukan kepada mahasiswa agar menjadi penggerak kemajuan rakyat. Ia juga menegaskan, akan menghelat pertemuan mahasiswa perguruan tinggi swasta se-Indonesia di tahun mendatang.

Acara dibuka dengan simbolis melalui pemukulan gong oleh Prof. Bambang Cipto selaku rektor UMY. Acara selanjutnya dalah pemberian materi tentang heterogenitas Indonesia oleh A.M Fachir. Beliau mengatakan, kita harus bersyukur dengan kondisi Indonesia yang walaupun multikultural, bangsa ini tetap damai, tanpa adanya konflik internal. Sementara, bangsa lain yang walaupun terdiri dari satu suku, bangsa dan agama, malah terjadi konflik di dalamnya. Terlebih lagi, negara-negara ASEAN disebut-sebut sebagai global epicentre of cultural diversity, yaitu kawasan dengan tingkat heterogenitas budaya yang sangat tinggi.

Selain seminar, juga terdapat presentasi dari mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terkait upaya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Setelah itu, acara berlanjut ke stadium general, yaitu presentasi beberapa pakar misalnya Pak Mashudi dan Prof. Jaih Mubarok terkait ekonomi internasional.

Tak ada gading yang tak retak, salah satu delegasi AMSS, Fitri mengeluhkan pemateri yang terkesan kaku, sehingga membuat kebosanan terhadap para delegasi. Ia juga menyayangkan, para delegasi membayar mahal untuk acara ini, tapi mereka jadi kurang menikmati.ia berharap, acara ini lebih komunikatif serta delegasi dan pemateri lebih interaktif. (Aniska)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar