Minimnya Lahan Parkir “UMY Green Campus” untuk Pengendara Sepeda


Pada era globalisasi, kemajuan teknologi, ekonomi, budaya, sosial politik, pendidikan mengalami kemajuan sangat pesat, bahkan dalam bidang keamanan. Dikarenakan semakin banyaknya tindak kejahatan yang dapat menggangu keamanan dan kenyamanan masyarakat menjadikan keamanan merupakan bagian paling penting. Saat ini banyak instansi-instansi yang telah mengembangkan sistem keamanan berbasis teknologi tinggi. Salah satu contoh dalam adalah penggunanan sensor pada pendeteksi logam yang sering digunakan petugas keamanan di bandara ataupun di pusat perbelanjaan. 

Selain itu, sistem keamanan lain yang saat ini mulai dikembangkan yaitu sistem keamanan berbasis RFID (Radio Frequency Identity) dalam bentuk Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang mulai dikembangkan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). KTM berbasis RFID ini memiliki fungsi yang sama seperti kartu identitas karyawan yang terdapat di perusahaan besar. Di dalam kartu identitas tersebut terdapat sebuah chip yang fungsinya menyimpan informasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik, selain itu di dalamnya juga tertera nomer kendaraan pemilik KTM. Pengembangan KTM berbasis RFID ini dilakukan untuk menggantikan sistem manual yang menggunakan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK).

KTM berbasis RFID ini hanya digunakan oleh mahasiswa yang menggunakan kendaraan bermotor, hal ini tentunya menimbulkan pro dan kontra di antara mahasiswa yang tidak menggunakan motor. Apabila mahasiswa yang memiliki kendaraan bermotor dapat terjamin keamanan kendaraannya dengan adanya KTM berbasis RFID, bagaimana dengan mahasiswa pengguna sepeda atau non-kendaraan bermotor?

Mahasiswa pengguna sepeda di UMY memang tergolong masih sedikit, berbanding terbalik dengan pengguna kendaraan bermotor. Hal ini terbukti dengan parkiran kendaraan bermotor yang selalu penuh bahkan sampai memotong jalan. Lahan parkir kendaraan bermotor yang sudah disediakan oleh kampus masih sangat kurang, karena banyaknya mahasiswa pengguna kendaraan bermotor. Sangat jauh berbeda dengan mahasiswa pengguna sepeda yang hanya beberapa persen saja dari pengguna kendaraan bermotor. Lahan parkir bagi pengguna sepeda pun masih sangat kurang, terbukti dengan masih banyak pengguna sepeda yang memarkirkan sepedanya di sela-sela parkiran kendaraan bermotor. Seperti diungkapkan oleh Kepala Urusan Keamanan Biro Umum UMY, “Selama ini tidak ada dan tidak pernah terpikirkan untuk mengkhususkan parkir sepeda.”.

Sedikitnya mahasiswa pengguna sepeda di UMY bukan berarti mereka tidak bisa mendapatkan fasilitas penunjang keamanan. Jika pengguna sepeda memang masih belum bisa menggunakan KTM berbasis RFID sebagai fasilitas penunjang keamanan, maka seharusnya ada fasilitas penunjang keamanan yang lebih pasti. Selama ini, dalam sistem manual pengguna sepeda tidak mendapatkan karcis, maka setidaknya untuk mengimbangi teknologi keamanan berbasis RFID, para pengguna sepeda dibuatkan kartu indentitas khusus pengguna sepeda yang harus dimiliki si pengguna sepeda dan dipasangkan di sepedanya. Sehingga memudahkan para petugas di pintu masuk untuk mencocokkan antara sepeda dan pemilik sepeda serta keamanan sepeda juga akan terjamin.

Selain masalah keamanan sepeda, masalah lahan parkir khusus sepeda juga perlu diperhatikan. Tidak adanya lahan parkir khusus bagi pengguna sepeda menimbulkan pertanyaan terkait dengan tag line “UMY Green Campus”. Sebagai Universitas yang menyandang predikat Green Campus atau Kampus Hijau, alangkah baiknya jika sarana dan prasarana bagi pengguna sepeda ditingkatkan. Maka sudah seharusnya pihak kampus memikirkan kembali tentang pemberian lahan parkir khusus sepeda sebagai fasilitas penunjang predikat Kampus Hijau. (Fahmi, Kamal, Zahrina)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar