Mahasiswa Mengubah Dunia : Sudah Sejauh Mana Kesadaran Kita?



Oleh: Iqbal Dwiharianto (Mahasiswa HI UMY 2013)

“Mimpi saya yang terbesar, yang saya ingin laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.” –Soe Hok Gie

Semangat mahasiswa memang tidak ada batasnya, bisa diwujudkan dalam banyak bentuk, mulai dari unjuk rasa (demo, long march, dsb), sampai menulis. Namun, rasanya mungkin akan sedikit sulit jika harus selalu meluapkan semangat tersebut dalam bentuk unjuk rasa. Dikala kendala tersebut muncul, menulis bisa menjadi alternatif yang sangat efektif bagi mahasiswa untuk memberikan semangat kontribusinya untuk merubah dunia ke arah yang lebih baik.

Terdengar sangat menggugah semangat saat membayangkannya. Namun, ketika dipikir kembali, sudahkah semangat setiap mahasiswa di lingkungan kampus UMY sampai pada tahap untuk membuat sebuah karya tulis dengan segala segala aspek keorisinilannya?

Menulis sebuah karya tulis, tidak perlu harus menunggu momentum khusus. Dimulai dengan hal yang kita hadapi sehari-hari seperti tugas kuliah yang mengharuskan kita untuk menulis, seharusnya bisa kita manfaatkan sebagai sebuah kesempatan untuk mengasah kemampuan kita dalam membuat sebuah karya sebagai mahasiswa.

Membuat sebuah karya tulis tidak perlu harus sesuatu yang berbau terlalu serius. Tulisan yang bermanfaat tidak harus selalu di kemas dalam kemasan yang kaku, melainkan bisa menggunakan pendekatan-pendekatan dan gaya bahasa yang mudah dimengerti.

Namun, sangatlah disayangkan, paradigma bahwa tugas menulis merupakan beban yang amat berat masih terlalu kuat untuk dikalahkan bagi sebagian mahasiswa. Sehingga pada akhirnya segala cara dihalalkan demi terselesaikannya tugas yang dianggap sangat membebani tersebut. Dimulai dari melakukan plagiarisme, joki tugas, dan sistem kebut semalam, semua bisa menjadi solusi penyelesaian. Hingga tidak bisa terelakkan bahwa cara-cara pintas tersebut akhirnya menjadi sebuah budaya yang mengakar dan sulit untuk dihentikan karena sudah terlalu biasa dilakukan sejak mengawali masa perkuliahan di kampus.

Di sisi lain, anggapan bahwa apa yang kita kerjakan semata-mata hanya untuk nilai yang akan didapat, membuat kita semakin sulit untuk meninggalkan kebiasaan buruk diatas. Mereka yang beranggapan demikian memang mencoba berpikir secara pragmatis, namun untuk menghasilkan sebuah karya yang akan menghasilkan sebuah skill khusus dan kepuasan batin tidak akan pernah tercipta hanya dalam satu malam.

Menulis, dalam konteks membuat sebuah karya diluar tuntutan tugas, tidaklah pula harus selalu diidentikkan dengan mereka yang mempelajari rumpun ilmu tertentu. Menurut saya, menulis bisa diterapkan pada disiplin ilmu apapun. Jadi, merupakan alasan yang kurang tepat jika kita masih mengatakan “Itu bukan bidang saya.”

Ironis memang ketika banyak dari mahasiswa yang sangat berkeinginan untuk menjadi ahli dalam bidangnya masing-masing dengan berbagai macam profesi yang ditawarkan, namun di satu sisi banyak pula yang lebih memilih untuk tidak membuka salah satu ‘jendela’ menuju cita-cita tersebut.

Banyak sebenarnya cara untuk melatih diri kita supaya terbiasa dengan segala tata cara penulisan dan segala sistematikanya, mulai dari membiasakan diri kita untuk membaca jurnal yang sudah tersedia, dan mencari referensi lain berbagai banyak sumber yang tersedia di Internet, lalu kemudian di aplikasikan dalam karya yang akan kita buat. Namun, sulit pula bagi saya untuk tidak menjadi skeptis dalam menanyakan sudahkah hal-hal tersebut mendapatkan perhatian dari keinginan kita sendiri? Atau hanya karena adanya tuntutan dari pihak tertentu? Semoga tulisan ini bisa menjadi refleksi bagi kita semua sebagai mahasiswa Indonesia.


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar