Ketua MUI: Sedang Terjadi Pergeseran Pusat Perekonomian Dunia dari Atlantik ke Asia



Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr. KH. Syirajudin Syamsuddin, MA atau biasa disapa Dien Syamsuddin memberikan pidato kunci pada International Conference on Islamic Economics and Financial Inclusion (ICIEFI) di gedung AR Fachrudin A Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jum’at (24/04). Dien mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia cukup signifikan, bahkan menurutnya hal tersebut berkorelasi dengan terjadinya pergeseran pusat perekonomian dunia dari Atlantik menuju Asia.

Pada konferensi yang bertema “International Estabilishing an Economic Equilibrium Encompassing Real and Monetary Sectors, and Poverty Eradication”, Dien juga menegaskan tujuan dari ekonomi syariah. “Tujuan utama ekonomi syariah adalah merupakan tujuan dari agama Islam itu sendiri,” ungkapnya. Kemudian menurutnya ekonomi syariah disamping bertujuan defensif namun juga harus responsif. Dalam hal ini responsif terhadap masalah-masalah kemanusiaan dan kemiskinan. 

Dalam menghadapi dinamika ekonomi global lanjut dia, umat muslim Indonesia harus bersiap berkompetisi serta menciptakan inovasi-inovasi terbaik dari kondisi kekinian agar mampu bersaing. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Indonesia bisa mencontoh China dalam hal menggapi ekonomi global. “meskipun kita mayoritas muslim kita harus terbuka terhadap ekonomi global, seperti China, meskipun mereka memiliki karakter ekonomi sendiri, namun mereka tetap terbuka kepada ekonomi global,” tegasnya.

Dien berharap, Indonesia yang sedang menggencarkan ekonomi syariah harus mampu bersaing dalam perekonomian global. “Indonesia harus memiliki keunggulan dinamis dalam menghadapi ekonomi global yang penuh dinamika dan sekaligus memaksimalkan keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif,” paparnya.

ICIEFI yang diorganisir oleh Himpunan Mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam (HIMEPI) dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi (HIMIE) UMY ini berlangsung selama dua hari, 23-24 April 2015 dengan dua agenda besar, yaitu Internasional Conference dan Call for Papers Presentation. Pertumbuhan ekonomi Islam yang cukup signifikan serta Indonesia yang sebagai negara berpenduduk mayoritas Islam terbesar di dunia telah mendorong diselenggarakannya acara ini. Di samping itu UMY juga perlu turut andil dalam mengembangkan perekonomian Islam. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua panitia, M. Sobar Hatta. 

"Perguruan tinggi Islam salah satunya adalah UMY, sehingga UMY merasa bertanggungjawab terhadap perkembangan ekonomi Islam dunia. Jadi kita ini adalah harapan dunia," tutur Sobar yang juga merupakan dosen prodi Ekonomi dan Perbankan Islam UMY.

Konferensi yang menggunakan empat bahasa, yaitu Arab, Melayu, Indonesia, dan Inggris tersebut diikuti oleh presenter-presenter dari berbagai universitas, tidak hanya dari dalam tetapi juga luar negeri. Di hari kedua sebanyak 32 presenter berkesempatan untuk mempresentasikan papernya yang membahas tema dan isu yang berkaitan dengan ekonomi Islam. Nantinya acara ini diharapkan dapat mendorong munculnya ide-ide perkembangan ilmu ekonomi Islam. (DRF/DNS)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar