Dukung Kesejahteraan Mahasiswa, UMY Berikan Fasilitas Asuransi Kesehatan dan Kecelakaan



Kesehatan merupakan hal penting yang menjadi kebutuhan setiap orang. Menyadari akan pentingnya kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan Bumiputera memberikan asuransi kesehatan dan kecelakaan bagi mahasiswa dalam bentuk Bumiputera Muda (BUMIDA). Pihak kampus mengakui keterbatasan dalam melayani mahasiswanya dalam bentuk jaminan kesehatan. Program asuransi kesehatan ini bukanlah yang pertama diberikan UMY pada para mahasiswanya, sebelumnya UMY telah memberikan asuransi kesehatan berupa Dana Sehat Muhammadiyah (DSM). “Sejak Februari 2014 sebenarnya kerjasama ini sudah mulai diinisiasi dan Memorandum of Understanding (MoU) akhirnya dapat dilakukan pada bulan Desember 2014. Selain dengan BUMIDA, kerjasama ini juga terjalin dengan Bank BPD Syariah,” ujar Sigit yang membidangi bagian kesejahteraan mahasiswa di Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) UMY.

“Angka kecelakaan mahasiswa UMY dan jumlah mahasiswa UMY yang sakit semakin hari semakin meningkat. Ditambah lagi marak terjadinya tindak kekerasan seperti begal. Perampokan akhir-akhir ini turut menjadi faktor yang mendorong terjalinnya kerjasama dengan BUMIDA,” tambahnya.

Prosedur pengklaiman jaminan kesehatan dari BUMIDA ini memiliki sistem tersendiri. Sigit menerangkan bahwa penggantian biaya pengobatan diklaimkan seusai pasien menjalani proses pengobatan dengan membawa kwitansi pembayaran ke LPKA. Dana yang cair dari asuransi tidak langsung disalurkan ke rumah sakit tapi langsung pada pasien yang bersangkutan. Kelebihan dari BUMIDA double claim tetap berlaku walaupun pasien juga mendapat jaminan dari BPJS ataupun DSM. 

Untuk sementara ini sudah terdapat kurang lebih 5800 mahasiswa yang terdaftar sebagai anggota asuransi kesehatan BUMIDA. Karena tergolong baru, maka program ini baru diberikan kepada mahasiswa tahun ajaran 2014/2015. Sedangkan bagi mahasiswa angkatan 2013 keatas, UMY masih memberikan jaminan kesehatan dalam bentuk DSM. “Pembayaran premi sudah tercover dalam SPP tetap yang dibayarkan pada tiap semesternya sebesar Rp. 40000,- pertahun. Jaminan yang diberikan kepada mahasiswa yang menjalani rawat inap perhari senilai Rp. 300000,- dalam jangka waktu maksimal tujuh hari dan dapat berlaku di semua rumah sakit. Dan untuk mahasiswa yang meninggal mendapat santunan sebesar Rp. 20.000.000,- dari asuransi, walaupun kami juga tidak mengharapkan adanya mahasiswa yang meninggal atau kecelakaan, setidaknya kami mengupayakan jaminan dan antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” papar Sigit.

Meskipun sejauh ini baru dapat mendata mahasiswa tahun ajaran 2014/2015 sebagai anggota asuransi dari BUMIDA, untuk kedepannya UMY akan memberikan asuransi kepada para pengurus UKM yang ada di UMY. Karena mahasiswa yang tergabung dalam berbagai UKM memiliki kesibukan khusus dan juga berbagai kegiatan yang turut mendukung prestasi-prestasi UMY sehingga perlu sekiranya kampus memberikan jaminan kesehatan bagi mereka. “Sekarang kami sudah mulai mengumpulkan data-data pengurus UKM untuk didaftarkan sebagai peserta asuransi kesehatan dari BUMIDA,” lanjut Sigit. 

Tidak hanya sebatas jaminan kesehatan saja, dalam rangka menambah fasilitas yang berhubungan dengan kesejahteraan mahasiswa dalam bidang kesehatan, UMY mulai Maret telah mengaktifkan pos Emergency Response and Disaster. Pos-pos ini tersebar di lima titik yaitu Student Center, University Residence Utara dan Selatan, Posko Menwa, dan Security Center yang ada di AR Fachruddin A. Posko tersebut dibentuk atas kerjasama dengan Korps Sukarela Palang Merah Indonesia, Resimen Mahasiswa, Pramuka, Hizbul Wathon, Mahasiswa Pecinta Alam dan UKM terkait lainnya. “Supaya kita cepat tanggap mengatasi kejadian seperti kecelakaan dan hal lain yang tidak diinginkan. Pos ini nantinya akan beroperasi 24 jam. Mahasiswa diharapkan dapat lebih berhati-hati untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dan terserang penyakit. Antisipasi ini tentu tidak hanya dilakukan oleh pihak kampus tetapi juga oleh mahasiswa masing-masing. Jangan melewati jalan-jalan sepi yang rawan terjadi tindak kriminal. Apabila mengalami kejadian yang tidak diinginkan dalam bentuk apapun seperti perampokan, kecelakaan, penjambretan segera hubungi posko yang tersebar pada tempat yang sudah disebutkan,” tutup Sigit. (CF/VOG)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar