HIMIE UMY Menyelenggarakan Seminar Literasi Ekonomi Indonesia



Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi (HIMIE) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sukses menggelar seminar nasional pada Kamis (12/3) bertempat di ruang sidang AR Fachruddin B lantai 5. Seminar yang merupakan serangkaian milad UMY ke-34 tersebut mengangkat tema Financial Literation and The Role of Micro and Microprudential Policies in Stabilizing Economy. Menurut Yusuf, selaku ketua acara dalam sambutannya mengungkapkan, acara ini dilaksanakan untuk membentuk mahasiswa ilmu ekonomi agar mempunyai rasa tanggung jawab serta mampu membangun akademisi dan praktisi yang seimbang. "Sudah seharusnya kita sebagai mahasiswa membawa perubahan yang lebih baik untuk bangsa, salah satunya dari segi ekonomi," ungkapnya.

Fadly Yashari, selaku ketua HIMIE menambahkan bahwa acara ini merupakan salah satu acara yang dapat membantu program studi ilmu ekonomi untuk akreditasi jurusan ekonomi, yaitu dengan keaktifan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Ekonomi yang kerap kali menyelenggarakan event-event nasional. 

Pada acara seminar tersebut enghadirakan pakar-pakar ekonomi Indonesia, yaitu Dr. Mashudi Muqarrabin, Pengurus Ikatan Ekonomi Islam cabang Yogyakarta, Dimas Bagas Wiranata, selaku peneliti senior Bank Indonesia (BI), dan Evy Mulyani, Ak, MBA, Ph. D selaku delegasi dari Kementerian Keuangan Indonesia.

Bagaimana caranya meningkatkan literasi keuangan Indonesia?

Financial literacy atau literasi keuangan ialah pengetahuan masyarakat akan keuangan untuk mengalokasikan income maupun outcome. Saat ini tingkat literasi di Indonesia hanya sekitar 21,84%. Hal itu menunjukkan tingkat literasi di Indonesia sangat rendah. Indonesia tertinggal dari negara-negara tetangganya, yaitu Malaysia dan Filipina. Tingkat literasi Malaysia telah mencapai 66%, dan sedangkan Filipina telah mencapai 27%. Bahkan tingkat literasi Singapura sendiri hampir 100%, yaitu telah mencapai 98%. Hal Ini terjadi karena tingkat pengetahuan masyarakat Indonesia tentang literasi masih rendah. Selain itu, LKMM (Lembaga Keuangan Mikro dan Medium) telah mencapai 60%. Tentunya hal ini mendapat kontribusi yang tidak sedikit. 

Dr. Mashudi Muqarrabin mengungkapkan, ada dua faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Pertama, ketidakmampuan masyarakat Indonesia untuk mengetahui mengenai kondisi perbankan di Indonesia. Kedua, secara menyeluruh warga Indonesia adalah muslim, sehingga kebanyakan dari mereka tidak mau menerima bank yang berbasis bunga. Sehingga kebanyakan masyarakat saat ini belum melek akan bank syariah. Padahal setiap masyarakat bisa menjadi agensi dalam sistem literasi dan itu pun akan membawa dampak yang baik terhadap literasi di Indonesia.

Ditambahkannya, di Indonesia saat ini banyak bermunculan BMT. BMT adalah salah satu agen yang dapat bersaing dengan bank-bank lain di Indonesia. Ada dua faktor yang sangat brpengaruh dalam hal itu, yaitu sumber daya manusia dari bank syariah belum cukup,dan masyarakat belum percaya akan adanya sistem bank syariah. Maka dari itu BMT juga harus disurvi agar mengetahui telah sejauh mana perkembangannya dibandingkan dengan bank syariah.

Evy Mulyani, Ak, MBA, Ph. D dalam penyampaian materinya mengungkapkan, saat ini yang dibutuhkan masyarakat Indonesia adalah merubah pola pikir masyarakat akan literasi keuangan yang terjadi. Di sisi lain, masyarakat juga harus mempunyai prinsip dan mempunyai strategi yang efektif untuk menerima hal yang baru serta melek akan bank swasta, bank syariah maupun bank yang lain. Selain itu, masyarakat kecil juga perlu mengetahui akan sistem kerja dari bank itu sendiri. Misalnya, untuk masyarakat kecil dapat meminjam uang untuk modal kerja maupun modal investasi. Dalam hal ini inklusif keuangan mempunyai dampak yang besar untuk masyarakat, yaitu oleh siapa dan untuk siapa. Keuangan inklusif dapat menyeluruh ke semua kalangan, sedangan keuangan eklusif hanya dapat menyebar ke kalangan atas. Maka dari sekarang kita harus membangun pola pikir yang inklusif dan dapat mengaplikasikan konsep literasi keuangan sejak dini. (CIN/ADM)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments:

  1. Tulisan diatas sangat menarik, saya juga memiliki tulisan serupa mengenai Ekonomi Syariah, kunjungi balik ya disini Terimakasih.

    BalasHapus