Dimana Peran Kontrol Satpam SC?

Tentu tidak asing bagi kita bila mendengar istilah Satuan Pengamanan (Satpam) di kehidupan sehari-hari. Juga tidak dipungkiri peran, tugas, fungsi dan keberadaannya sangat dibutuhkan di berbagai tempat seperti yang banyak kita lihat di tempat-tempat perbelanjaan, kantor-kantor, instansi dan masih banyak tempat lain, bahkan di sebuah rumah atau kontrakan.

Dari namanya saja kita sudah dapat mengetahui tugas dan kewajibannya yaitu tentu untuk menjaga keamanan tempat dimana mereka ditugaskan. Sudah seharusnya mereka 'melayani majikan' yang memekerjakan mereka. Namun bagaimana jadinya jika disebuah instansi seperti kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini khususnya satpam yang bertugas di pos gedung Student Center (SC) dengan sengaja tidak melaksanakan tugasnya dengan baik?

Hal ini jelas dirasakan mahasiswa yang menjadi anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dimana kegiatannya berpusat di Gedung SC. Satpam yang seharusnya membukakan pintu UKM sesuai permintaan mahasiswa anggota UKM kini sering kali kedapatan sedang menonton televisi di posnya dan mereka menyuruh mahasiswa membuka pintu UKM-nya sendiri. Tidak hanya itu, namun mereka juga menyuruhnya mengembalikan kunci tersebut ke pos.

Tidak hanya satu UKM, hal ini ternyata pernah dialami lebih dari tujuh UKM yang merasa tidak setuju dan berkeberatan dengan tindakan satpam tersebut. Kritik-kritik mahasiswa yaitu seharusnya satpam melakukan tugasnya secara total, benar dan sadar akan tanggungjawab yang diemban untuk menjaga Gedung SC dan seisinya. Saran dari beberapa anggota yang mewakili UKM yaitu memberikan duplikat kunci ke masing-masing ketua UKM, standby di posnya, tidak hanya meninggalkan nomor handphone namun juga selalu membawanya jika tidak berada di pos, menunjukkan tanda pengenal setiap meminta kunci UKM, juga tambahan perpanjangan jam tutup SC.

Jika anggota UKM diminta membuka kunci pintu UKM sendiri, lantas dimana fungsi kontrol Satpam SC dalam menjaga Gedung SC dan seisinya? Misalnya ada mahasiswa yang meminta kunci sebuah UKM tanpa memerlihatkan tanda pengenal, bagaimana jika dia membuka pintu UKM lain dan terjadi tindak kriminal di UKM itu? Siapa yang akan bertanggung jawab?

“Saya pribadi sangat tidak setuju, kan itu kuncinya juga disatukan jadi segerombol, mahasiswa disini banyak, nah itu Satpamnya juga belum tentu tahu apakah si mahasiswa benar-benar anggota UKM atau bukan, nanti kalau dia benar buka pintu UKM yang dibilang, kalau ternyata dia buka UKM lain dan melakukan hal diluar dugaan (red: pencurian), UKM yang dirugikan bisa apa? Siapa yang bertanggungjawab?” ungkap salah satu anggota UKM yang keberatan.

Namun ada juga UKM yang tidak memusingkan keadaan tersebut lantaran letak ruangnya yang berada di lantai satu dan relatif dekat dengan pos satpam. Menurutnya hal itu sudah biasa dan tidak perlu dipermasalahkan. Namun bagaimana dengan ruang yang berada di lantai tiga? (VOG)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar