5 Mahasiswa UMY Ajak Kusir Berbahasa Inggris Melalui Program Andong English Club (AEC)




Lima mahasiswa Fakultas Ekonomi, Program Studi Ilmu Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta meresmikan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) pengabdian masyarakat di Kepanjen, Jambidan, Banguntapan, Bantul. Program PKM yang bertajuk AEC (Andong English Club) ini diketuai oleh Muhammad Anif Affandi. Menurut pemuda yang akrab disapa Anif ini, Andong English Club merupakan program pendidikan dan pelatihan bahasa Inggris pada kusir Andong dengan menggunakan metode pembelajaran kreatif.

“DIY merupakan daerah tujuan wisata terbesar di Indonesia, tidak hanya wisatawan dalam negeri namun juga wisatawan manca negara. Maka dari itu perlu edukasi bagi para kusir Andong, khususnya edukasi bahasa inggris,” tutur Anif saat ditemui di sela acara grand opening AEC di kediaman ketua PORDASI DIY, Sabtu (21/3/2015).

Anif menuturkan bahwa potensi pariwisata harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusianya. Jalan Malioboro merupakan pusat pariwisata DIY, dan disana juga terdapat angkutan pariwisata yang khas yakni Andong. 

“Sebenarnya kami masih resah melihat potensi pariwisata DIY yang belum optimal hanya karena kendala bahasa. Turis mancanegara terkadang enggan menggunakan Andong karena mereka tidak dapat menggunakan bahasa inggris,” tambah Anif.

Lebih jauh Anif mengatakan bahwa tahun 2015 nanti tantangan akan datang bagi pariwisata DIY, khususnya bagi para kusir Andong, karena Desember 2015 nanti akan diimplementasikan ASEAN Economic Community. “MEA dapat menjadi tantangan bagi kusir Andong karena lagi-lagi keterbatasan bahasa dan pengetahuan, maka dari itu program Andong English Club yang kami gagas ini akan membuka peluang dalam menghadapi MEA,” tegas Anif.

Bersama empat rekannya yakni, Indana Zulfa Q.A, Rafin Siddiq, Gustiva Andri, dan Yuni Wahyuni serta dibimbing oleh Dr. Imamudin Yuliadi, M.Si, Anif mencanangkan beberapa program untuk mengedukasi para kusir andong. Tidak hanya pelatihan bahasa Inggris yang akan diberikan, melainkan pelatihan kode etik atau service pada penumpang yang baik, dan peningkatan marketing untuk kusir andong melalui pembuatan website yang didalamnya tertera nomor HP dari masing-masing kusir andong yang nantinya digunakan sebagai alat booking andong unutk transportasi wisata turis asing ataupun wisatawan lokal yang berkunjung di Yogyakarta.

Anif berharap kedepannya program ini dapat berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat guna menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. “Kami sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang mendukung program ini, PORDASI, Dinas Pariwisata DIY dan PT. PLN Persero Wilayah Yogyakarta serta para pak kusir andong yang dengan senang mengikuti program ini,” pungkasnya. (DFR)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar