Perempuan Jogja Bersua: Cukupkan Korupsi



Rabu (11/2) Aksi damai oleh Gerakan Perempuan Anti Korupsi "Dari Perempuan Jogja untuk Indonesia" berlangsung dengan khidmat di depan Gedung Agung Yogyakarta. Gerakan yang terdiri dari Jaringan Perempuan Yogykakarta, Gender Working Groups, Koalisi Perempuan Indonesia, Suara Lintas Perempuan Yogyakarta, maupun kelompok dan individu menyatakan cukup dengan tindak korupsi di Indonesia oleh para pejabat. Aksi ini dilakukan lantaran keprihatinan perempuan yang melihat bahwa korupsi telah menjadi virus dan mengancam generasi muda masa depan Indonesia, terlebih dengan adanya masalah antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri yang dilihat menghambat jalan pemberantasan korupsi.  

"...cukup sudah institusi penegakan hukum ini (KPK) di adu domba, karena ini akan secara keseluruhan bahaya melemahkan gerakan anti kosupsi," ujar Dyah Roessusita selaku HUMAS Gerakan. Aksi ini ditunjukan kepada Presiden Joko Widodo yang akan tiba di Yogyakarta dan mengunjungi Gedung Agung. "Jokowi sudah bersedia menemui, namun kita tunggu realisasinya..." lanjutnya. 

"Kami tak akan tinggal diam, ketika KPK, jantung penting dari perlawanan terhadap korupsi ini dipaksa sekarat oleh sebagian elit politik yang tidak rela zona nyaman kongkalikong dan politik transaksionalnya terganggu,," ujar Debbie Prabawati, Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan, Universitas Gajah Mada (UGM) dalam orasinya. "...dengan ini kami Perempuan Indonesia Anti Korupsi menggebrak, kami menyatakan cukup!" 


Gerakan ini menuntut 9 hal dalam aksinya, yakni cukup KPK dilemahkan, cukup pembusukan institusi hukum, cukup koruptor tebal hukum, cukup akan pejabat korup, cukup kongkalikong dan transaksi politik kotor, cukup rekening gendut, cukup foya-foya dengan uang rakyat, cukup wariskan budaya korupsi, dan cukup pembiaran perampasan sumber daya alam. (LR)  
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar