Penarikan Dana Muktamar Muhammadiyah kepada Mahasiswa UMY Dipertanyakan



Penarikan dana Muktamar Muhammadiyah yang tertera dalam kewajiban bayar pada portal Kartu Rencana Studi (KRS) Online untuk semester genap tahun akademik 2014/2015 oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi bahan perbincangan hangat dikalangan mahasiswa. Banyak mahasiswa yang mempertanyakan penarikan dana Muktamar Muhammadiyah ini. Mereka merasa bahwa otoritas kampus tidak pernah menyosialisasikan mengenai adanya penarikan dana ini.

Ketika pihak Rektorat dimintai konfirmasi mengenai hal ini pada Jumat (23/1), mereka mengakui memang ada penarikan dana Muktamar Muhammadiyah untuk semester genap 2014/2015. Mereka juga telah menerima Surat Keputusan (SK) dari Rektor UMY langsung mengenai penarikan dana tersebut. “Iya, memang ada penarikan dana untuk Muktamar Muhammadiyah yang akan dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan pada Agustus 2015 nanti. Tetapi tidak hanya mahasiswa saja yang membayar itu, dosen dan karyawan juga malah lebih dari itu,” kata Dedi Haryono, salah satu pegawai Rektorat.

Kewajiban membayar dana Muktamar Muhammadiyah ini tertera pada SK Rektor UMY Nomor 024/SK-UMY/X/2014 tentang Kontribusi Mahasiswa UMY untuk Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 yang ditandatangani tanggal 8 Oktober 2014. Di sana dijelaskan bahwa setiap mahasiswa diwajibkan berkontribusi dalam bentuk dana sebesar Rp. 75.000 yang pembayarannya dilakukan bersamaan dengan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) semester genap tahun akademik 2014/2015.

Rektorat mengatakan pihaknya telah menyebarkan SK tersebut kepada tiap Fakultas di UMY untuk menyosialisasikan kepada mahasiswa mengenai hal ini. Tetapi, ketika penulis meminta konfirmasi kepada Dekanat Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial (FISIPOL) dan Dekanat Fakultas Agama Islam (FAI) mereka belum menerima SK Rektor tersebut. “Saya tadi baru rapat dengan Rektor dan jajarannya, dan disinggung mengenai hal ini. Saya juga kaget, kok saya belum menerima SK ini,” kata Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FAI, Nurwanto, ketika ditemui di Ruang Dekanat FAI. Hal senada juga disampaikan oleh Dekan FISIPOL, Ali Muhammad. Ia mengatakan bahwa pihak fakultas tengah mencari tahu kebenaran tentang SK itu. “Ya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIPOL saat ini sedang mencari tahu tentang kebenaran SK itu,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa FISIPOL ketika dimintai pendapat mengenai hal ini mengatakan bahwa ia kurang setuju dengan penarikan dana ini jika tidak ada sosialisasinya terlebih dahulu oleh kampus. “Kalau tidak mau ada sosialisasi ya caranya jangan nyebut dana buat Muktamar Muhammadiyah, alokasikan saja dana yang sudah ada untuk itu tanpa harus menuliskan secara langsung di KRS,” kata Muhammad Afkar.

Sebagai informasi, Muktamar Muhammadiyah merupakan permusyawaratan tertinggi dalam Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh dan atas tanggung jawab Pimpinan Pusat. Orang yang masuk dalam anggota Muktamar Muhamamdiyah ini anggota Pimpinan Pusat, Ketua Pimpinan Wilayah, Anggota Tanwir Wakil Wilayah, Ketua Pimpinan Daerah, Wakil Daerah yang dipilih oleh Musyawarah Pimpinan Daerah, dan Wakil Pimpinan Organisasi Otonom tingkat pusat. Acara ini diadakan satu kali dalam lima tahun. (SAW/ERW)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

8 comments:

  1. ini komentar pak Sri Atmaja tentang berita ini... mohon di klarifikasi :)
    "Sebenarnya SK sdh beredar lama...,Hanya sy tdk tahu kenapa blm tersosialisasi.Penarikan tsb tdk hanya di UMY namun juga di Un Muh dan sekolah Muh lainnya dengan besaran yg bervariasi tergantung dari tingkat sekolah atau pergurua tinggi.Ini juga sebelumnya dilakukan sewaktu Mukhtanar seabad Muhammadiyah lalu ketika kita sbg tuan rumah.Kita mendapatkan perintah (edaran) PP sejak September kmdn kita diskusikan lama sekaligus konsultasi dg PP terkait berapa dana yg harus kita sumbangkan u Mukhtamar.Baru November bs kita putuskan beaarannya...semuanya dilibatkan dosen karyawan dan mhs.Smg tdk berkembang menjadi fitnah.Kt juga sdg evaluasi kenapa SK tsb berhenti/tidak tersebar tersosialisasi dg baik sjk Nov tsb." hasil percakapan saya dengan beliau, tolong jangan salah paham ya temen-temen ^_^

    BalasHapus
  2. Terima kasih banyak Mas Rizal atas penambahan informasinya. Sangat berguna. SALAM PERSMA!

    BalasHapus
  3. O ya, beliau bilang kalau klarifikasi versi RESMI dari BHP akan segera dibuat n keluar, jadi beliau kmren malem bilang kalau itu jgn disebarkan dulu sebenarnya, tapi kalu sudah terlanjur tdk apa apa :D tapi dri LPPM seharusnya yang cepet bertindak untuk klarifikasi dengan pihak terkait, jangan sampai mahasiswa2 suudzon dan takutnya rusuh, akan ada aksi2 atau apalah... jadi mohon kerjasamanya... :) kasihan juga pihak kampus, karena itu sudah keputusan dari PP bukan dri rektorat... terima kasih :)

    BalasHapus
  4. Ya sepengalaman saya selama 16 tahun belajar di institusi pendidikan milik Muhammadiyah ya orang tau murid selalu dimintain dana buat muktamar. Kalau dana bukan dari amal usaha Muhammadiyah ya mana lagi? Mosok mau minta pemerintah? Tapi ya kesalahan kampus adalah dengan tidak adanya sosialisasi dari kampus ke mahasiswa saja.

    BalasHapus
  5. Ya kita harus realistislah, tidak semua mahasiswa yang kuliah di UMY itu simpatisan Muhammadiyah, bahkan dosen, karyawan hingga pejabat struktural yang jabatannya tinggi sekalipun. Jadi wajar bagi mereka (mahasiswa) mempertanyakan kebijakan tersebut. Seharusnya pihak kampus memberikan klarifikasi dan pehamanan terkait dana tersebut. Karena yang mereka pertanyakan sekarang adalah feedback apa yang mereka bisa dapat dari penyelenggaraan muktamar tersebut ? Bagi kita yang simpatisan Muhammadiyah tentu paham akan hal ini, namun mereka yang 'numpang' hidup di Muhammadiyah tentu tdk akan paham. Jadi jangan kira hanya dengan menerbitkan SK lalu mempublishnya masalah akan selesai. Oh tidak, kami ini mahasiswa jadi jangan anggap remeh kami.

    BalasHapus
  6. Jgn lupa kalau di pembahasan Muktamar jg termasuk didalamnya membahas masa depan PTM, wing adanya perguruan tinggi Muh jg krna perjuangan lewat muktamar yg tidak cm sekali muktamar lgsg lolos gagasan pendirian PTM ini.
    Mengingat kampus telah berjasa dlm mengupayakan relasi2 dg kampus luar negeri hg mahasiswa2nya punya akses utk program2 exchange, relasi dg lembaga2 sperti JK scool of government, MGPS, US ambassy melalui American corner, memperjuangkan akreditasi A, hg alumni2nya memiliki bargaining power yg cukup kuat dan tidak kalah dg PTN favorit.
    Utk ukuran kampus yg mandiri tanpa meminta sepeser subsidi pun dr pemerintah, PTM (apalagi UMY) termasuk punya prestise yg diperhitungkan. Terkadang mahasiswa hnya mengukur pd sesuatu yg berwujud saja sebagai fasilitas kampus, akan tetapi kita lupa dg yg abstrak namun esensial.
    Kawan2 mahasiswa saya rasa bisa mmbuka hati dn pikiran terkait infak 75 ribu, apakah itu suatu yg pantas atau berlebihan mengingat apa yg tlh diberikan lembaga pendidikan yg berjuang scr mandiri ini kpda mahasiswa2nya.
    Ketika kita bertamu di rumah orang dan kita membawakan buah tangan utk tuan rumah, bukankah wujud dr etika dan tata krama? Menurut saya, jika memang mahasiswa adlh cendekiawan yg kritis, bisa mengkaji ini lebih jauh, bukan malah terprovokasi dn terjebak dlm euforia semangat perlawanan yg kurang dilandasi rasionalitas.. Mari direnungkan ^_^

    BalasHapus
  7. Tolong kepada mas prayogo diharap belajar kembali ttg Muhammadiyah, agar ke depannya tidak bilang seperti ini lagi “Sehebat apa Muktamar Muhammadiyah itu sampai butuh dana besar untuk dibiayai mahasiswa. Apakah muktamar ini memang menjadi cita-cita didirikannya Muhammadiyah,” papar Prayoga kepada wartawan. Gak malu tuh sama anak2 dan ortu SD Muhammadiyah dr pelosok yg dengan rela ikut membayar iuran dana muktamar..?? Semester berapa mahasiwa yg namanya mas Prayogo ini? Lebih mudakah daripada anak2 SD Muhammadiyah?

    Untuk pemberitaan tentang ini kami bantu sebar agar beritanya tetap berrimbang dan mencerahkan. Salam dr redaksi Website Mentari News. Salam Indonesia Berkemajuan dari WMN....

    BalasHapus