Mahasiswa UMY Gelar Aksi Damai Tolak Kebijakan Kampus


Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang mengatasnamakan Suara Mahasiswa (SM UMY) menggelar aksi damai menolak kebijakan kampus mengenai biaya kuliah yang tinggi, Jumat pagi (30/1) di pelataran Gedung AR Fachruddin UMY.

Dalam orasinya mahasiswa memertanyakan kebijakan kampus mengenai biaya kuliah yang naik namun tidak disertai dengan pelayanan kampus yang baik. Mahasiswa juga menyoroti kebijakan kampus UMY yang mewajibkan mahasiswa membayar kontribusi sebesar Rp. 75.000,00 untuk dana Muktamar Muhammadiyah yang akan digelar Agustus mendatang di Makassar, Sulawesi Selatan.

Prayoga, koordinator aksi damai mengatakan aksi ini adalah bentuk penolakan terhadap kebijakan kampus yang dinilai memberatkan mahasiswa. “Jika kami tidak membayar dana yang ditagih tersebut kami tidak bisa melakukan key in pada semester genap,” ungkap Prayoga. Massa aksi juga menyayangkan tidak adanya lembaga mahasiswa yang ikut dalam aksi ini, terutama dari Presiden mahasiswa dan ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).

Sementara itu, Frizki Yulianti Nurnisya, salah satu pengurus Badan Humas dan Protokol UMY mengatakan bahwa permasalahan ini sudah diselesaikan dengan DPM dan BEM yang juga dihadiri oleh Wakil Rektor III beberapa waktu lalu. “UMY merupakan badan amal usaha dibawah Muhammadiyah, jadi kita harus memiliki kontribusi untuk Muhammadiyah. Sebenarnya bukan hanya mahasiswa yang ditarik dana tersebut, tapi juga dosen dan karyawan. Hal ini sudah biasa, itu pun hanya lima tahun sekali,” kata Frizki.

Frizki menambahkan bahwa kampus sendiri mengakui bahwa hal ini kurang disosialiasikan kepada mahasiswa. Pihak kampus mengakui kesalahan tersebut. “Kami minta maaf atas kesalahan kampus atas kurangnya sosialisasi terkait penarikan dana Muktamar Muhammadiyah,” lanjut Frizki. (YH/SAW)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar