Polemik Jum'at Mubarok, Satpam Galau: Ibadah atau Berjaga?


“Mereka tidak shalat jum’at bukan berarti mereka tidak beribadah, melainkan ibadah mereka yaitu menjaga aset orang-orang yang beribadah,” –Rahmadi, Kepala Urusan Keamanan.

Hari Jum’at merupakan hari penuh berkah bagi seluruh umat manusia, masing-masing dari mereka berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. Namun tidak sedikit dari mereka yang menyalahgunakannya untuk berbuat kriminal. Hal ini terjadi juga di kampus kita, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Kebanyakan perbuatan criminal itu berupa pencurian sepatu, sandal, maupun helm yang berada di parkiran sepeda motor pada saat shalat jum’at. Oknum-oknum tersebut beranggapan bahwa ketika shalat jum’at tidak ada pengamanan. Menjadi dilema saat seorang satpam yang bertanggung jawab terhadap keamanan harus meninggalkan tugasnya untuk beribadah sedangkan mereka harus menjaga aset-aset orang yang tengah beribadah. Manakah yang lebih mereka prioritaskan? Ibadah untuk dirinya sendiri atau berjaga untuk kepentingan orang lain?

Ditemui saat berjaga salah seorang satpam mengaku bahwa ia terpaksa tidak menjalankan shalat Jum’at karena tuntutan pekerjaan. Salah seorang lainnya beranggapan tidak menjalankan shalat jum’at tidak apa-apa, asalkan diganti dengan shalat Dzuhur. Namun adapula yang menyesalkan jika harus meninggalkan shalat Jum’at. Ia mengusulkan untuk adanya perombakan jadwal kerja (shiff) agar satpam-satpam bisa mengikuti shalat jum’at dengan rutin tanpa lepas dari tanggungjawabnya, karena jadwal yang berlaku saat ini tidak memungkinkan mereka untuk shalat Jum’at.

Namun sangat disayangkan mereka tidak dapat berbuat apa-apa mengenai hal ini, mereka terlalu tunduk terhadap sistem dari atasan. Seharusnya mereka ungkapkan hal tersebut kepada atasan agar mereka memiliki waktu untuk shalat Jum’at

Kepala Urusan Keamanan, Rahmadi berpendapat bahwa satpam yang meninggalkan shalat Jum’at untuk berjaga merupakan salah satu bentuk ibadah, karena ibadah bukan hanya berkutat pada ibadah X. Jika seluruh satpam yang berjaga pada saat itu melaksanakan shalat. Jum’at maka kesempatan oknum-oknum yang memiliki tujuan tertentu makin terbuka lebar. Sehingga tindak kriminal akan makin marak terjadi di lingkungan UMY, akan berdampak pada persepsi warga UMY terkait kinerja satpam.

Rahmadi juga menambahkan, karena pada dasarnya Islam adalah agama yang Indah dan mudah, Allah Maha Mengetahui apa saja yang hamba-Nya kerjakan, jadi ketika seorang satpam berjaga itu juga termasuk beribadah dalam halmenjaga amanah yang orang lain percayakan kepada satpam tersebut.

Terkait hal ini sangat disayangkan jika UMY yang dikenal dengan tagline “Unggul dan Islami” terus membiarkan polemik polemik mengenai waktu ibadah dan segala aktivitas warga kampus. Manakah yang akan diprioritaskan? Tentunya ini kembali pada sikap individu masing-masing, namun akan lebih baik jika UMY memberikan kesempatan warga kampus untuk beribadah tanpa meninggalkan tugas mereka masing-masing.(Sulis/Laila)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar