Pemuda Sebagai Generasi Intelektual Bangsa Harus Berperan Aktif



Pemuda khususnya mahasiswa harus mengambil peran lebih banyak dalam pendampingan terhadap orang yang mengidap Human Immunodeficiency Virus Infection and Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Dikarenakan para pengidap penyakit itu juga memiliki hak sosial yang sama tanpa adanya diskriminasi. HIV/AIDS saat ini menjadi salah satu penyakit yang memiliki tingkat penyembuhan rendah dan pengidapnya semakin terkucilkan di lingkungan sosial masyarakat.

Hal yang mencengangkan adalah pengidap HIV/AIDS di Indonesia didominasi oleh ibu rumah tangga yang notabene mengurusi suami dan anak-anak mereka. Mereka tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Papua, Jawa Timur, Jawa Barat, dan daerah lainnya. Di Yogyakarta sendiri orang yang terinfeksi HIV/AIDS mencapai angka 2116 jiwa.

“Kementerian Kesehatan sudah mengantisipasi hal ini dengan cara menyediakan Balai Pengobatan dan Pendampingan sebanyak 448 balai yang tersebar di seluruh Indonesia. Jangan takut untuk berobat disini karena semua biayanya sudah dijamin oleh Kartu Indonesia Sehat,” kata Ali Gufron Mukti, mantan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia di seminar dalam rangka memeringati Hari AIDS Internasional yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan mengambil tema ‘Mewujudkan Generasi Intelektual Bangsa yang Terhindar Dari Pergaulan Bebas dan HIV/AIDS’ di AR. Fachrudin B lantai lima, Kampus Terpadu UMY, Minggu (14/12).

Salah satu mitos mengenai HIV/AIDS yang berkembang di masyarakat adalah mengenai penularannya. HIV/AIDS tidak akan menular melalui sentuhan badan ataupun oleh gigitan nyamuk. Namun, HIV/AIDS bisa tertular karena hubungan badan dengan pengidap HIV/AIDS, melalui suntikan, melalui luka basah, dan juga melalui cairan-cairan tubuh termasuk air liur dan urine.

“Menurunnya etika, moralitas, dan pemahaman terhadap agama menjadi salah satu penyebab utama mengapa HIV/AIDS selalu meningkat tiap tahun. Dengan leluasa mereka melakukan pergaulan bebas, free sex, dan lainnya sebagai bentuk konkret bahwa anak muda sekarang sudah mengalami kemerosotan akhlak yang sangat tajam,” ungkap Presiden Mahasiswa UMY, Zainuddin Arsyad ketika menghadiri acara seminar.

Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh pemudanya saat ini, terutama pada pundak mahasiswa. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti HIV/AIDS, pemuda harus mempunyai tingkat optimis yang tinggi, pembela kebenaran, jujur, berpikir logis berbasis bukti, objektif, dan pemahaman agama yang dalam. (saw)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar