KMPK : Orasi Tolak Kekerasan dalam Kampus




Sekelompok mahasiswa yang menamai diri mereka sebagai “Kesatuan Mahasiswa Peduli Kampus” (KMPK) melakukan orasi aksi solidaritas untuk kampus tercinta pada Senin, 13 Oktober di lobi depan gedung D Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Orasi yang dilakukan sejak puluk 9.30 pagi ini menyuarakan solidaritas perdamaian antar mahasiswa. Hal ini dikarenakan pada Senin, 6 Oktober mahasiswa berinisial SMH (21 tahun) mahasiswa Ilmu Ekonomi 2012 dan AR (21 tahun) mahasiswa jurusan Akuntansi 2012 mengalami pemukulan oleh sekelompok oknum.

Berdasarkan informasi selebaran yang disebarkan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dalam Surat Terbuka mereka bahwa kedua korban tersebut adalah Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Yogyakarta Fakultas Ekonomi.

Aksi yang ramai oleh teriakan “hidup mahasiswa” dan “Allahuakbar” ini menuntut Rektor UMY, dekanat Fakultas Ekonomi, dan atau petinggi kampus lainnya untuk segera turun dan menemui mereka di lobi gedung D untuk meminta keadilan atas teman-teman mereka yang telah dikeroyok oleh oknum oknum tersebut. Kesatuan Mahasiswa Peduli Kampus terus meminta pihak kampus untuk menegakkan hukum karena menurut mereka saat ini telah terjadi premanisme kampus, sehingga membuat kampus sudah tak lagi cukup aman. Semua ini terlihat dari spanduk spanduk yang dibawa oleh kelompok saat orasi ini. 

Beberapa mahasiswa -dengan pita dari rafiah merah yang diikatkan di lengan mereka masing masing- yang diketahui sebagai anak IMM dari berbagai fakultas di UMY bergantian berbicara di depan umum dan ikut menyampaikan kekesalan mereka akan tidak adanya kepedulian dari kampus terhadap kasus pengeroyokan tersebut. “Kita di sini untuk berfikir. Untuk bersikap cerdas. Islam mengajarkan kepedulian, tidak yang diam saja.” Teriak salah satu orator di depan umum. 

Aksi semakin terlihat kompak dengan menyanyikan himne IMM bersama-sama, pembacaan puisi oleh salah satu orator dan menyanyikan himne Muhammadiyah. Tidak hanya kepada pihak kampus, tetapi Kesatuan Mahasiswa Peduli Kampus juga mempertanyakan sikap mahasiswa lain yang dinilai acuh terhadap kasus pengeroyokan yang ada. Orasi dilanjutkan ke gedung AR Fachrudin A untuk segera menemui pihak kampus. Audiensi yang dilakukan bersama pihak rektorat menghasilkan kesepakatan tentang akan diselesaikannya kasus ini secara institusi kampus, pihak kampus tidak akan menghalangi secara pribadi ke ranah hukum, dan kampus akan memperbaiki filter perizinan terhadap lembaga eksternal.

Melalui wakil rektor III, Bapak Sri Atmaja mengatakan bahwa pihak kampus pada minggu pertama bulan ini sebenarnya sudah mengumpulkan data dan akan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku di kampus. Selain itu akan diadakannya pula pemulihan suasana di gedung D, dan akan ada pemberian sanksi secara responsive oleh pihak rektorat apabila terjadi kembali kekerasan di kampus ini. Kesatuan Mahasiswa Peduli Kampus dan pihak rektorat mengakhiri audiensi dengan kesepakatan bahwa rektorat selanjutnya akan memonitoring langsung untuk gedung D secara khusus untuk menghindari terjadinya pengeroyokan seperti kemarin. (Mega)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar