Membangun Perdamaian dalam Keanekaragaman


Kebebasan berekspresi yang berlebihan yang terjadi zaman sekarang ini, telah membuat masyarakat menjadi mudah mencela, menghina, memfitnah individu maupun golongan lain. Sehingga, hal inilah yang memicu konflik dan menjadi kendala tersendiri dalam pembangunan perdamaian. Seperti itulah apa yang disampaikan oleh Dr. Suhardi dalam peresmian Pusat Studi Damai dan Humaniter UMY dengan tema "Tantangan Menciptakan Budaya Damai" di Gedung D lt 2 UMY, Sabtu (14/6).

Turut hadir Dr. Surwandono sebagai pakar resolusi konflik di UMY, beserta Dr. Martinus Sarda, M.A, dosen Fakultas Hukum dan Dr Suhardi, dosen ICRS dari UGM. Pembicara mengajak berpikir bagaimana cara menciptakan budaya damai di global dengan keanekaragaman yang ada. Terungkap fakta, bahwa konflik antar golongan masih terus terjadi khususnya di Indonesia, terutama konflik SARA. Miris saat Yogyakarta, yang dikenal sebagai kota yang damai dan tentaram, juga tidak luput dari terjadinya konflik SARA.

"Seseorang akan merasa damai, jika sudah melalui konflik yang berkepanjangan, namun sekarang ini bagaimana agar kita dapat membangun budaya damai tanpa harus berasal dari kondisi zero (konflik berkepanjangan)" ujar Dr Surwandono. Menurutnya, ada beberapa sistem yang harus diperbaiki terkait maraknya konflik yang terjadi. Pertama adalah conflict prevention system yang masih belum berjalan efektif di Indonesia, kemudian early warning system pada konflik, dan terakhir improving capabilities system.

Dr Martinus Sarda menambahkan bahwa damai itu bukan didiskusi, damai itu di laksanakan. Membangun budaya damai telah menjadi konsen negara-negara lain di dunia, namun dalam pelaksanaannya, belum ada bukti-bukti nyata sudah tercapainya perdamaian. Untuk itu, Pusat Studi Damai dan Humaniter UMY ini diharapkan dapat menghimbau mahasiswa lain untuk terus berkontribusi dalam membangun budaya damai di Indonesia. (Ila)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar