Kristologi & Kristenisasi : Menegakkan Kebenaran Islam



    

"Agama untuk manusia atau manusia untuk agama?!" Pertanyaan ini mengawali diskusi seru mengenai Kajian Kristologi dengan tema "Menelaah Kitab Nasrani dan Modus-Modus Permurtadan di Indonesia" bersama Willibrordus Romanus Lasiman atau yang sekarang bernama Drs. H Wakhid Rosyid Lasiman di Masjid KH. Ahmad Dahlan lantai satu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). 

Lasiman merupakan pakar kristologi, salah satu dosen di UMY, dan juga seorang muallaf. Ia berpendapat, saat ini banyak sekali generasi muda yang mengaku beragama Islam namun tingkah lakunya tidak mencerminkan bahwa mereka seorang Islam. Banyak muslim yang mengaku muslim, namun cara hidupnya menyerupai nasrani. Lasiman juga menambahkan, globalisasi sekarang ini memunculkan banyak kasus krisis keyakinan. 

Di Indonesis sendiri, banyak muslimin maupun muslimah taat yang menjadi murtad karena pengaruh kristenisasi. Nasrani melancarkan misi mereka dengan memaparkan ayat-ayat Al Quran yang sudah diputar balikkan maknanya agar terkesan bahwa kitab Injil-lah yang benar. Agar terhidar dari salah kaprah makna, ada baiknya bagi muslim untuk mempelajari Kristologi, juga kembali memahami Al Quran dengan baik. Manfaat dari mempelajari Kristologi antara lain untuk membentengi dari pengaruh kristenisasi, lalu memperdalam keyakinan beragama, menjadi salah satu wadah dakwah, menegakkan kebenaran agama, membenarkan ajaran agama, dan manfaat lainnya. 

Kajian ini terbagi dalam dua segmen, pertama oleh Drs. H Wakhid Rosyid Lasiman mengenai Kristologi, yang dilaksanakan pukul 15.30 WIB. Segmen kedua oleh Dra. Dewi Purnawati mengenai Kristenisasi di Indonesia. Kajian ini merupakan salah satu runtutan acara dari Ramadhan Di Kampus (RDK) selama pra-Ramadhan dan bulan Ramadhan. Tujuan diselenggarakannya kajian ini ialah agar mahasiswa mengetahui secara pasti dan paham agama Islam adalah kebenaran yang sebenar-benarnya. Hal ini juga akan menjadi tameng kuat untuk melawan kristenisasi yang marak terjadi. Untuk itu, penting bagi mahasiswa muslim untuk mempelajari kristologi. 

"Perang dari segala perang adalah perang pemikiran. Perang menentang akidah. Perang yang paling tinggi adalah perang akidah." tutup Drs. H. Wakhid Rosyid Lasiman. (Ila)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar