Kinerja BEM Dinilai Kurang jadi Alasan Enggan Memilih?







Nuansa Online - “Hampir semua titik sebenarnya sudah tahu (Pemilihan Umum Raya) hanya kadang mereka kurang terpanggil hatinya untuk menggunakan hak pilih,” tutur Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) bagian Kemahasiswaan dan Kerjasama di gedung F2 (22/5). Beliau menyarankan perlu adanya analisa mengenai alasan mahasiswa FKIK yang enggan dalam menggunakan hak pilih mereka.

Beliau telah memprediksi bahwasanya jumlah mahasiswa FKIK yang menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) kali ini tidak terlalu banyak. Disamping padatnya jadwal kuliah di Pendidikan Dokter, lokasi proses praktikum yang menyebar dan tidak semua berada di lingkungan kampus digadang-gadang menjadi kendala bagi proses pemungutan suara. Sehingga mengumpulkan seluruh mahasiswa pun tidak maksimal.

Walau sosialisasi sudah dilakukan lewat Jarkom masih terdapat kurangnya kesadaran mahasiswa FKIK untuk berkontribusi di PEMIRA kali ini. Tercatat sejak Tempat Pemungutan Suara (TPS) FKIK dibuka pukul 08.15 WIB hingga 11.00 WIB tidak lebih dari 300 surat suara yang dicoblos. Menjelang siang dan sore hari, barulah terlihat antrian mahasiswa memenuhi halaman TPS. 

“Ini yang sebenarnya perlu kita analisa. Mengapa menggunakan haknya saja kok tidak mau? Apakah sudah tidak peduli atau apakah sedemikian tidak pentingnya Badan Ekslusif Mahasiswa di level Universitas? Apa yang dilakukan Presiden BEM Univ sehingga di beberapa titik kok tidak maksimal?” ungkap drg. Laelia Dwi Anggraini selaku Wakil Dekan FKIK saat mendatangi lokasi perhitungan surat suara di lobby FKIK, Kamis petang. (NOR)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar