Menjadi Pemenang Sejati


Ilustrasi

Bismillahirrahmanirrahiim...

Apakah kita pernah menyadari bahwa kita adalah makhluk menang? Yaitu menang telah hadir ke bumi ini. Dari ribuan sel telur yang dibuahi oleh sperma di dalam rahim ibu, kita dipilih dan berkembang hingga akhirnya terlahir menjadi manusia seutuhnya dengan sesempurnya bentuk makhluk dengan akal dan pikiran yang diberi oleh Allah SWT. Allahuakbar. Allah memilih kita untuk lahir di dunia bukan tanpa maksud. Manusia diciptakan ke bumi ini untuk beribadah dan menyembah kepada Allah SWT. Menjadi khalifah di muka bumi yang akan selalu menebarkan kebaikan, dan bermanfaat bagi sesamanya. Lantas apakah kita cukup menjadi pemenang yang terlahir tanpa mengisi jiwa dengan islam? Tentu saja tidak. Bukan hanya menjadi pemenang saja, namun hendaknya kita menjadi pemenang sejati yaitu menjadi hamba yang beriman, beribadah dan bertaqwa secara kaffah. Firman Allah SWT QS. Al-Insan ayat 2 :

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[1] yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan Dia mendengar dan melihat. (Q.S Al-Insan:2)

[1] Maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan.

Hakikat manusia di bumi adalah untuk diuji dengan perintah dan laranganNya. Dengan akal dan pikiran, manusia diperintahkan untuk menghadapi segala ujian dan cobaan hidup berlandaskan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Ada banyak bentuk ujian dan cobaan yang ada di dunia ini. Bentuk ujian tidak hanya ketika sesuatu membuat sedih dan menderita seorang hamba. Ujian tidan hanya ketika suatu hal membuat seorang hamba merasa kesulitan dalam hidup dan penuh beban. Kebahagiaan, kekayaan, kenikmatan juga merupakan ujian dalam hidup. Apakah dengan kebahagiaan seorang hamba akan bertambah ketaqwaanya atau justru berpaling dari Allah dan lupa akan segala karunia yang telah IA berikan untuk hamba-hambanya.Nafsu di dunia merupakan salah satu ujian yang diberikan.

Untuk itu segala yang kita dapatkan di dunia ini sejatinya merupakan ujian dari Allah (perintah dan laranganNya). Perintah dan laranga Allah SWT seperti dua mata pisau, perintah adalah sesuatu yang diperintahkan agar kita mendapatkan kebaikan jika melaksanakannya. Sebaliknya, telah jelas larangan adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan karena itu merupakan suatu keburukan. Sudah ditegaskan dalam Al-Qur’an bahwa hendaknya kita selalu mengerjakan kebajikan dan menjauhi kemungkaran. Sesuai dengan firman Allah QS Ali-Imron ayat 104 :

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[2]; merekalah orang-orang yang beruntung. (Q.S Ali-Imron:104)

[2] Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.


Bertaqwa kepada Allah adalah kunci utama untuk dapat melewati segala ujian dalam hidup agar kita mencapai kemenangan sejati sebagaimana QS An-Naba ayat 31 :

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan. (Q.S An-Naba:31)


Ditulis Oleh:
Nurjannah Awaliyah 
Repost al-Resalah TV





Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments: