Klaimisasi UU Desa, Masyarakat Masih Antusias Pemilu



NO, YOGYAKARTA – Tidak hanya melalui bendera partai yang berkibar di sepanjang jalan raya hingga jalanan di pedesaan, janji-janji para calon penguasa diobral di masyarakat. Tak tanggung-tanggung Undang-undang (UU) Desa No. 6 Tahun 2014 yang baru disahkan pada Desember 2013 lalu diklaim oleh salah satu oknum Partai Politik sebagai hasil nyata kerja keras mereka dalam memperjuangkan hak desa. Walaupun pernyataan tersebut menuai pro dan kontra dari berbagai pihak di dalam lembaga legislatif sendiri, tidak menyurutkan minat rakyat tuntuk menyuarakan pilihannya pada pemilu 2014 mendatang.

Mengingat hal tersebut, muncul ketakutan akan adanya golput besar-besaran saat pemilu nanti, sebab ‘aku-mengaku’ dapat membuat kepercayaan masyarakat kepada Partai Politik menurun. Namun pernyataan tersebut ditepik oleh Dr. Sidik Jatmika, M.Si. “Masyarakat Indonesia masih antusias dengan Pemilu sebagai sebuah ceremony yang harus dirayakan. Saya tidak terlampau khawatir akan adanya golput, sebab polling itu second opinion,” paparnya saat ditemui di Kampus UMY, Senin (3/3).
Isu klaimisasi Parpol Gerindra atas UU Desa No. 6 Tahun 2014 sebagai buah karya mereka memicu munculnya klaim-klaim lainya dari para aggota legislatif partai lain. Sidik menerangkan bahwa dalam manajemen kampanye klaim diperbolehkan. “Dalam manajemen kampanye yang paling penting adalah membuat sesuatu yang bukan milik bersama menjadi milik bersama dengan tujuan dapat mengenalkan calon yang diusung kepada pemilih”, terang Sidik.

Di sisi lain adanya ‘aku-mengaku’ ini ditakutkan akan meredupkan eksistensi banyak Partai Politik yang sebentar lagi akan bertarung di Pemilu 2014, khusunya Gerindra.“Masalahnya adalah bukan apakah seseorang itu golput atau tidak namun pilihannya itu yang tidak diketahui, artinya siapa yang dipilihnya masih jadi tanda tanya.” Ujar dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Lebih lanjut, setiap orang yang telah memiliki hak suara secara tidak sadar menjadikan Pemilu itu sendiri sebagai sebuah kompetisi yang mana masing-masing dari pemilih sudah memiliki jagoan, yaitu calon legislatif.

Masih seperti tahun-tahun pemilu sebelumnya, tahun politik kali ini tak absen dari keriuhan para politisi yang berlomba memperoleh kekuasaan. Bahkan dengan cara apa pun demi menarik simpati rakyat. Klaimisasi UU Desa No. 6 Tahun 2014 oleh oknum Partai Politik menjadi satu diantara sekian banyak cara yang digunakan sebagai politik pencitraan.(Nor/Hudaya)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar