Islam Simbolis: Pemahaman Parsial Islam


NO - Dalam perkembangan kepemelukkan Islam sebagai suatu agama, memunculkan istilah Islam simbolis dan Islam substantif. Secara kasat mata tidak ada perbedaan dalam keduanya. Namun perbedaan itu terlihat jelas manakala berbicara mengenai pemahaman Islam itu sendiri sebagai agama. Tak sedikit muslim yang menjunjung tinggi simbol-simbol Islam dalam kehidupannya, namun tak sedikit pula di antara mereka yang perilakunya jauh dari nilai-nilai Islam. Islam yang semacam itu bisa jadi karena pemahaman Islam secara parsial sehingga memunculkan istilah Islam simbolis.

Seperti beberapa waktu lalu ketika masyarakat dunia dihebohkan dengan video musik terbaru milik Katy Perry. Video bertajuk “Dark Horse”. Video tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak utamanya umat muslim. Katy Perry dinilai telah melakukan penistaan agama dengan adanya penghancuran simbol lafal Allah dalam videonya. Tak heran jika umat Islam merasa marah dengan adanya penghinaan ini. Hal ini menunjukkan bahwa umat Islam sangat menjunjung tinggi simbol-simbol Islam. Akan tetapi di luar penghormatan terhadap simbol Islam, tak jarang pula banyak yang mengabaikan esensi dari Islam itu sendiri. 

“Kemungkinan bisa jadi orang semacam itu pemahaman keislamannya masih kurang. Ada reaksi marah ketika ada orang yang secara sengaja melecehkan simbol-simbol Islam adalah hal yang wajar karena hal tersebut menunjukkan kepemilikkannya sebagai muslim. Akan tetapi ketika di luar itu perilakunya kadang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, maka bisa jadi pemahamannya terhadap Islam hanya secara parsial tidak menyeluruh,” papar Miftahulhaq, S.H.I, M.S.I, Kepala Divisi Pengkajian dan Pengamalan AIK LPPI saat ditemui di kantor LPPI, Senin (03/03).

Miftah juga mengungkapkan bahwa dalam memahami Islam harus dilakukan secara menyeluruh. Harus ada kesinkronan antara perkataan, perbuatan, dan keyakinan. Karena Islam tidak hanya sekedar penampakan simbol atau dilakukan secara syariatnya saja tetapi juga perilaku amaliyahnya. “Islam itu tidak parsial. Islam mengajarkan adanya kesesuaian antara perkataan, perbuatan, dan keyakinan. Ajaran Islam itu total. Sehingga antara simbol dan substansi harus seimbang,” ungkapnya.(Denis Riantiza M)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar