JAA : Menulis itu Menginspirasi


NO - Menjadi inspirasi bukan perkara mudah. Menjadi inspirasi berarti menjadi bermanfaat bagi sesama umat manusia di muka bumi. Banyak cara dan bentuk untuk menjadi bermanfaat bagi sesama, salah satunya adalah menulis. Gagasan, cerita dan ide yang tertuang dalam sebuah tulisan adalah hasil pemikiran setiap insan yang dapat menginspirasi orang-orang di sekitarnya, lingkungan, bahkan sampai menginspirasi dan mengubah dunia.

Demikianlah yang disampaikan oleh Afif Pratama Putra ketua Jamaah Al-Anhar (JAA) UMY dalam sambutan acara Seminar Motivasi Kepenulisan, Ahad (29/12). Acara yang bertempat di A.R Fachuddin B lantai 5 UMY mengusung tema ‘Kuubah Dunia Dengan Menulis’. Seminar Kepenulisan yang dimotori oleh JAA ini adalah salah satu acara dari rangkaian JAA Fair 2013 yang mana sebelumnya mengadakan seminar Kebangkitan Islam (7/12) dan seminar Pra Nikah (22/12).

Seminar kepenulisan ini diisi oleh Fitrawan Umar dari Tim Forum Lingkar Pena beserta Ust. Fatan Fantastic. Umar menyampaikan bahwa istilah cinta segitiga dalam menulis yaitu motivasi, membaca, dan menulis. Selain itu, bahwa tingkatan tertinggi dalam menulis adalah menulis sebagai sebuah idealisme, “tingkatan tertinggi dalam menulis adalah menulis sebagai sebuah idealisme , sebuah ideologi,” ungkap Umar.

Ketika para pembicara sedang memberikan motivasi untuk menulis

Sedangkan Ust. Fatan Fantastic menyampaikan tiga hal penting dalam sebuah kepenulisan yakni daya ketuk, daya gugah dan daya isi. Disamping itu, untuk menjadi penulis hebat, perlu untuk senantiasa melihat diri sendiri agar menjadi yang lebih baik, “penulis hebat tidak membandingkan dirinya dengan orang lain, tapi penulis hebat adalah penulis yang selalu membandingkan dengan dirinya sendiri untuk selalu menjadi lebih baik dari hari sebelumnya”, paparnya. 

Dalam acara Seminar kepenulisan ini, diumumkan pemenang lomba cerpen yang bertemakan “Ibuku Bidadariku” yang dimenangkan oleh Chelsea Vidia Sanjaya dengan judul Ibuku Matahariku. Disusul juara kedua Drama Sebabak oleh Vina Anggaini dan juara ketiga oleh Nur Indra Murti Yulizara dengan judul Dia (juga) Ibuku. 

Di akhir acara Afif Pratama Putra selaku ketua JAA menutup secara resmi JAA Fair 2013 dengan harapan semangat syiar dan dakwah Islam tidak akan usai, “Spirit JAA Fair adalah untuk menjadikan syiar dakwah ini bermanfaat untuk skala yang lebih besar, dan semoga semangat dakwah tetap terjaga”, ungkapnya. (Nur)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar