Outbond dan Team Bulding Kuatkan Persaudaraan dan Solidaritas Antar UKM

Sri Atmaja P. Rosyidi, M.Eng., Ph.D.  dalam Sambutannya
NO- Untuk menjadi mahasiswa yang unggul, bukan hanya prestasi akademik tetapi melalui prestasi yang dihasilkan melalui kegiatan mahasiswa.  Dalam mewujudkan hal ini, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memiliki 3 pilar pembinaan kemahasiswan yaitu berlandaskan spiritual, intelektual dan kepedulian sosial. 3 hal tersebut merupakan output dan tujuan yang berusaha ditanamkan dalam diri mahasiswa UMY melalui training dan berbagai kegiatan yang direncanakan oleh Universitas khususnya oleh Bidang Kemahasiswaan. 
Hal inilah yang disampaikan oleh Sri Atmaja P. Rosyidi, M.Eng., Ph.D. Dalam pembukaan kegiatan Team Building dan Outbond yang bertempat di Pondok Tingal Borobudur Magelang, Ahad (22/12). Kegiatan yang diadakan oleh Kemahasiswaan bekerjasama dengan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UMY ini diikuti masing-masing perwakilan dari seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UMY. Kegiatan yang dimulai dengan materi Team Building dengan games, dan ditutup dengan rafting bersama di sungai Elo ini bertujuan sebagai training dalam Team Building dan ajang mempererat persaudaraan dan solidaritas antar UKM. 
Sri Amaja juga mengatakan bahwa dalam mewujudkan 3 pilar pembinaan ini, dilakukan beberapa pendekatan diantaranya melalui pendekatan kognitif atau mengasah pola fikir mahasiswa, pendekatan afektif atau komunikasi yang mana terkait dengan karakter dan perilaku mahasiswa, lalu psikomotorik yang mana kali ini diwujudkan dengan kegiatan outbond. 
“ada tiga pendekatan yang akan kita pakai yaitu kognitif, afektif atau komunikasi, dan psikomotorik. Melalui team building dan outbond kita berusaha paling tidak mewujudkan 2 pendekatan yaitu karakter dan psikomotorik “ ungkapnya.
Perwakilan UKM dalam Team Building dan Rafting bersama (21/12)
Selain kegiatan Team Building dan Outbond, Sugito, S.IP., M.Si. selaku Kepala Pusat Pengembangan Kreativitas Mahasiswa UMY juga mensosialisasikan secara singkat beberapa Standard Operating Procedure (SOP) dalam penyusunan anggaran, pengajuan proposal kemahasiswaan, beserta alurnya. Menurut Sugito, hal ini penting diketahui para pengurus organisasi karena merupakan standar dalam menjalankan administrasi organisasi.
“secara administratif banyak perbedaan antara satu UKM dengan lainnya, disini kita ingin membuat standar melaui SOP yang telah kita tentukan” papar Sugito.
 Menurut Mujib, selaku perwkilan dari  UKM Penerbitan dan Pers Mahasiswa Nuansa, mengatakan bahwa kegiatan yang diadakan oleh kemahasiswaan ini merupakan kegiatan positif karena selain dapat meelatih untuk membetuk teamwork yang baik juga mampu mempererat tali silaturahmi antara para anggota UKM.
“kegiatan positif dan perlu dipertahankan karena secara pribadi untuk menjadi jurnalis pun perlu berlatih untuk bekerja secara team, dan selebihnya keakraban antara satu UKM dengan lainnya dapat terjalin lewat acara ini” katanya saat ditemui seusai acara. (Cadika)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar